<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645</id><updated>2011-12-22T17:07:34.885-08:00</updated><title type='text'>houri72</title><subtitle type='html'>a hot blog to undress ISLAM</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-4764757600425106605</id><published>2008-07-26T09:03:00.000-07:00</published><updated>2008-07-26T09:50:36.633-07:00</updated><title type='text'>membelah bulan</title><content type='html'>Muslim percaya bahwa ketika Muhammad ada di Mekah, Allah membelah bulan utk menunjukkan mukjijat pada orang2 Mekah. Klaim ini ditulis dalam Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat 54 disebut “The Moon”, dimulai dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[54.1] Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[54.2] Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[54.3] Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cendekiawan muslim terkenal Maududi (http://www.usc.edu/dept/MSA/quran/maududi/mau54.html) menjelaskan: “Fenomena indah dan menakjubkan dari terbelahnya bulan adalah pertanda kebenaran akan kebangkitan, yg diberitakan oleh nabi suci, telah terjadi dan telah mendekat. Bulatan besar bulan telah terbelah menjadi dua bagian yg nyata didepan mata mereka. Kedua bagian itu berpisah dan mundur begitu jauh dari yg lain hingga bagi mereka yg melihat, satu bagian muncul disatu sisi gunung dan bagian yg lain disisi lainnya dari gunung itu. Kemudian, sesaat kemudian keduanya bergabung kembali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, ada beberapa masalah dalam cerita ini.&lt;br /&gt;Masalah utamanya adalah bertentangan dg Quran itu sendiri. Dibeberapa ayat Muhammad mengakui bahwa dia tidak dapat atau tidak melakukan mukjijat utk membuktikan dirinya. Ketika diminta utk melakukan mukjijat, jawabannya adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maha Suci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?" Q 17.93&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditempat lain Muhammad menaruh kalimat2 berikut dimulut Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Orang-orang yang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya?" Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan” Q 13.7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad berkeras bahwa meskipun nabi2 lain melakukan mukjijat, kemukjijatan dia hanyalah Quran. Jadi ketika Muslim mengklaim bahwa Muhammad melakukan mukjijat, mereka bertentangan dg Quran itu sendiri (lihat artikel Did Muhammad Perform Miracles? http://www.faithfreedom.org/Articles/sina/miracles_of_Mo.htm)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah lain dg klaim ini adalah bahwa fenomena seperti itu harusnya diketahui tidak hanya di Mekah tapi juga diseluruh dunia. Bahkan tiap gerhanapun ada dicatat oleh banyak kebudayaan (meski tidak semua gerhana ada catatannya dalam satu kebudayaan), lalu kenapa tidak ada disebut-sebut hal bulan terbelah ini, yg pastinya harus ada minimal satu pasang mata yg menyaksikan, dan lalu mencatatnya, ini sebuah fenomena yg menakjubkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moiz Amjad, seorang cendekiawan yg menjawab pertanyaan2 utk situs Understanding-Islam.com mengatakan, “Saya belum lagi menemukan catatan sejarah bangsa manapun, yg mengacu pada kejadian ini.” Dia pikir ini adalah “a sign of the promised hour.” (sebuah tanda utk waktu yg dijanjikan) http://www.understanding-islam.com/related/text.asp?type=question&amp;amp;qid= 1226.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya, situs ini menentang pendapatnya sendiri dan mengklaim bahwa katanya ada raja dari India yg menyaksikan terbelahnya bulan (http://www.understanding-islam.org/related/text.asp?type=rarticle&amp;amp;rai d=170) dan dia mengirim anaknya ke Mekah yg lalu memeluk Islam dan ketika kembali ia meninggal di Yaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita ini tentu saja sebuah cerita palsu dari para muslim. Muslim suka sekali membikin-bikin cerita2 yg dihubungkan dg mukjijat2 nabi mereka. Mereka melakukan itu terus-terusan. Satu dari kisah palsu yg menggelikan ini adalah klaim bahwa astronot yg mendarat dibulan mendengar suara Adzan (panggilan sholat utk muslim) yg didendangkan disana. Masih ada lagi ribuan pemalsuan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama tidak ada catatan bahwa ada raja atau pangeran dari India yg pernah mengunjungi Muhammad. Ini tidak disebut dalam biografi manapun dari Muhammad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pembelahan bulan harusnya dapat dilihat oleh setiap orang diseluruh dunia dan tidak hanya oleh satu raja. Dimana ada catatan mengenai fenomena ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, misal raja india ini melihat terbelahnya bulan, bagaimana dia bisa menafsirkan kejadian aneh ini sebagai tanda telah muncul nabi baru di Mekah? Muslim mengklaim bahwa kitab2 india berisi ramalan mengenai kedatangan Utusan dari Arabia. Ini omong kosong. Tidak ada disebut2 Muhammad dalam buku suci dari agama manapun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak muslim yakin bahwa fenomena ini benar2 terjadi. Mereka menunjukan gambar close-up dari bulan yg diambil oleh NASA sebagai bukti dan karena mereka adalah orang yg mudah tertipu, mereka percaya begitu saja tanpa keraguan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItSED7FeAI/AAAAAAAAABE/HGI1qPE7lpM/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227362022219675650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItSED7FeAI/AAAAAAAAABE/HGI1qPE7lpM/s400/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItSh4Gl0NI/AAAAAAAAABM/y-BG-dXlheo/s1600-h/2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItSh4Gl0NI/AAAAAAAAABM/y-BG-dXlheo/s400/2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227362534442782930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini disebut Lunar Rilles (celah yg dalam pada bulan). Rilles itu panjang dan berupa jurang dalam mirip lembah. Sebuah rille lebarnya bisa mencapai berkilometer2 dan panjangnya ratusan kilometer. Formasi yg sama juga ditemukan pada planet2 lain dalam sistem solar, termasuk Mars, Venus dan pada beberapa bulan2nya. Lihat gambar2 dibawah. Apa ini berarti Muhammad juga membelah planet2 itu? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teori2 mengatakan, rille dibentuk dari erosi2 yg terjadi pada benda2 angkasa tsb, bisa juga lubang lava yg runtuh, dan tekanan/aktivitas tektonik/gempa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat tiga tipe rille pada permukaan bulan: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sinuous rilles berliku2 seperti sungai, dan secara umum dipercaya sebagai sisa2 lubang lava yg runtuh atau aliran lava yg punah. Mereka biasanya dimulai pada lubang volkano yg sudah punah, lalu berkelok2 dan kadang terpisah seiring alirannya mengikuti permukaan bulan. &lt;br /&gt;- Arcuate rilles punya belokan2 yg lebih halus dan ditemukan diujung dari bagian gelap bulan. Dan dipercaya dibentuk dari aliran lava yg membentuk mare (http://en.wikipedia.org/wiki/Lunar_mare) yg dingin, berkontraksi dan lalu tenggelam. &lt;br /&gt;- Straight rilles mengikuti jalur linier dan panjang dan dipercaya sebagai grabens (http://en.wikipedia.org/wiki/Graben). Yaitu, bagian kulit permukaan bulan yg tenggelam membentuk dua jalur paralel. Ini dapat langsung dikenal jika mereka meliwati crater atau pegunungan2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rilles dapat ditemukan diseluruh permukaan bulan dan mereka tidak menyambung seperti ikat pinggang dan dg begitu tidaklah mungkin mendukung klaim muslim bahwa bulan pernah terbelah. Dibawah ini ada beberapa gambar yg akan menghancurkan hasrat dari para muslim ini. Utk mengerti bagaimana bekas rilles terjadi pada permukaan bulan, kita harus melihat gambar yg menunjukkan bulan dari jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItTD5cvENI/AAAAAAAAABU/_J0HNdILR4k/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItTD5cvENI/AAAAAAAAABU/_J0HNdILR4k/s400/3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227363118919651538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItTasqDkyI/AAAAAAAAABc/_GMO8X9h8iE/s1600-h/4.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItTasqDkyI/AAAAAAAAABc/_GMO8X9h8iE/s400/4.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227363510622851874" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItTnOlPmAI/AAAAAAAAABk/5uR_T1v1GL4/s1600-h/5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItTnOlPmAI/AAAAAAAAABk/5uR_T1v1GL4/s400/5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227363725887903746" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa jurang2 ini kelihatan seperti memotong bulan jadi dua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItUgPJ-eiI/AAAAAAAAABs/LgoVgaF0a1s/s1600-h/7.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItUgPJ-eiI/AAAAAAAAABs/LgoVgaF0a1s/s400/7.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227364705294514722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItUgWh3h_I/AAAAAAAAAB0/WYYorPMGpJA/s1600-h/8.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItUgWh3h_I/AAAAAAAAAB0/WYYorPMGpJA/s400/8.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227364707273770994" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItUgdWOZrI/AAAAAAAAAB8/3MACO3s5O98/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItUgdWOZrI/AAAAAAAAAB8/3MACO3s5O98/s400/9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227364709103986354" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItUgsMgyhI/AAAAAAAAACE/4mSog9EYC7Y/s1600-h/10.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItUgsMgyhI/AAAAAAAAACE/4mSog9EYC7Y/s400/10.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227364713089780242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItUgnoONXI/AAAAAAAAACM/RyxbsjCYMBo/s1600-h/11.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItUgnoONXI/AAAAAAAAACM/RyxbsjCYMBo/s400/11.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5227364711863825778" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap sekarang jelas bahwa “klaim jurang2 pada bulan merupakan bukti bulan pernah terpotong” hanya sebuah kegilaan islamik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-4764757600425106605?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/4764757600425106605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=4764757600425106605' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/4764757600425106605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/4764757600425106605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/membelah-bulan.html' title='membelah bulan'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SItSED7FeAI/AAAAAAAAABE/HGI1qPE7lpM/s72-c/1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-5818884336768248760</id><published>2008-07-26T08:43:00.000-07:00</published><updated>2008-07-26T09:00:03.713-07:00</updated><title type='text'>WARISAN: Siapa yang Mengajar Allah Berhitung?</title><content type='html'>Satu kesalahan hitungan yang paling jelas dalam Qur’an dapat ditemukan dalam penjelasan tentang harta warisan. Hukum2 warisan tersebar di beberapa Sura, seperti misalnya di Al-Baqarah (2), Al-Maidah (5) dan Al-Anfal (8 ). Tapi keterangan menyeluruh tentang hukum2 ini dijabarkan di Surah Nisa (4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Q 4:11&lt;br /&gt;Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfa'atnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q 4: 12&lt;br /&gt;Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), maka bagi masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syari'at yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Q 4:176&lt;br /&gt;Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah : "Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu) : jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak; tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki dan perempuan, maka bahagian seorang saudara laki-laki sebanyak bahagian dua orang saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, supaya kamu tidak sesat. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Meskipun tertera perkataan “Allah menerangkan”, ternyata hukum ini jauh dari terang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Ayat 4:11 mengatakan jika seorang pria hanya mempunyai seorang anak perempuan, maka anak perempuan itu mendapatkan separuh harta warisan. Tapi karena ayat yang sama berkata bahwa porsi warisan anak laki dua kali besarnya daripada anak perempuan, maka ini berarti saudara lakinya mewarisi seluruh warisan. Bukankah ini membingungkan? Jelas ada yang salah dalam hukum ini. Kesalahan ini akan semakin banyak dijumpai dalam pembagian warisan di mana pihak orangtua dan istri2 diikutsertakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat kasus2 di mana jumlah pembagian total kepada pewaris ternyata melebihi harta warisan yang ada. Lihat contoh berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ayat2 di atas, jika seorang pria mati meninggalkan seorang istri, tiga anak perempuan dan dua orangtuanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian istrinya adalah 1/8 (Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak2 perempuannya akan menerima 2/3 (tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kedua orangtuanya akan menerima 1/6 dari warisannya (Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kau menambah semua pembagian ini maka jumlah keseluruhan melebihi jumlah warisan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Istri........................1/8..=...3/24&lt;br /&gt;Anak2 perempuan..2/3..=..16/24&lt;br /&gt;Ayah.......................1/6..=....4/24&lt;br /&gt;Ibu..........................1/6..=....4/24&lt;br /&gt;Total..............................=...27/24&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mari kita lihat contoh lain. Misalnya saja seorang pria mati meninggalkan istrinya, ibunya, dan saudara2 perempuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri menerima 1/4 warisan, (Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu menerima 1/3 warisan (Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan saudara2 perempuannya 2/3 (tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan oleh yang meninggal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menjumlahkan semua bagian ini, hasilnya ternyata melebihi jumlah warisan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Istri 1/4........................=...3/12&lt;br /&gt;Ibu 1/3.........................=...4/12&lt;br /&gt;Saudara2 perempuan...=...8/12&lt;br /&gt;Total.............................=..15/12&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Contoh2 menunjukkan bahwa porsi2 pewaris ternyata melebihi jumlah total warisan. Di kedua kasus contoh jumlah total warisan ternyata tepat SEBELUM bagian warisan istri diikutsertakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah yang harus dilakukan jika seorang pria punya dua istri, yang seorang dengan anak2 dan yang lain tanpa anak? Apakah ini berarti istri yang punya anak akan menerima 1/8 dan istri yang tak beranak menerima 1/4? Kalau benar begitu, apakah ini adil?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang misalkan saja seorang wanita mati dan meninggalkan seorang suami dan seorang saudara laki:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami menerima separuh (Dan bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara laki menerima semuanya (jika seorang meninggal dunia, dan ia tidak mempunyai anak dan mempunyai saudara perempuan, maka bagi saudaranya yang perempuan itu seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mempusakai (seluruh harta saudara perempuan), jika ia tidak mempunyai anak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ini berarti orangtua, saudara2 perempuan dan suami tidak mendapat apa2? Jika begitu, dimanakah keadilan? Bagaimana mungkin saudara laki mewarisi segalanya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Suami...........=...1/2&lt;br /&gt;Saudara laki..=...2/2&lt;br /&gt;Total.............=...3/2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Ayat ini tidak menjelaskan bahwa saudara laki mendapat semua harta warisan jika tiada pewaris lainnya. Ayat ini hanya mengatakan jika tiada anak, maka dia dapat semua warisan. Ayat yang sama menerangkan bahwa jika seorang pria mati dan meninggalkan seorang saudara perempuan, maka perempuan itu dapat separuh harta warisan. Lalu apa yang terjadi dengan sisa separuh warisan lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini contoh yang lain. Seorang wanita mati meninggalkan seorang suami, saudara perempuan dan seorang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Suami......................(1/2)...=...3/6&lt;br /&gt;Saudara perempuan..(1/2)...=...3/6&lt;br /&gt;Ibu..........................(1/3)....=...2/6&lt;br /&gt;Total...................................=...8/6&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Kita bisa mengambil kesimpulan bahwa aturan warisan dalam Qur’an sangatlah kacau balau. Begitu kacaunya sampai kaum Shia dan Sunni menerapkan hukum warisan ini dengan cara yang berbeda. &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pria mati meninggalkan seorang istri dan dua orang tua, Islam Shia ( *2741) akan memberi pihak istri ¼ dan lalu membagi-bagikan sisanya untuk ibu 1/3 dan untuk ayah 2/3, ini berarti mereka akan menerima 1/4 dan 1/2 dari tanah yang ada. Islam Sunni menetapkan bagian warisan istri 1/4, ibu 1/3 dan ayah sebagai sanak keluarga pria terdekat sebagai 5/12. Jika dilihat semua ini, Qur’an ternyata tidak jelas sama sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#33ccff;"&gt;http://www.al-islam.org/laws/2741&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;*2741 If the father and the mother of deceased are his only heirs, the estate is divided into 3 parts, out of which 2 parts are taken by the father and one by the mother. If, the deceased has two brothers or four sisters, or one brother and two sisters, who are Muslims and are related to him from the side of the father (i.e. the father of these persons and of the deceased is same, although their mothers may be different), the effect of their presence on the inheritance is that, although they do not inherit anything in the presence of the father and the mother, the mother gets 1/6 of the estate, and the rest is inherited by the father.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan:&lt;br /&gt;Jika seorang ayah dan seorang ibu menjadi pewaris tunggal seorang pria yang mati, maka tanah milik orang itu dibagi tiga bagian, 2/3 diberikan pada pihak ayah, dan 1/3 diberikan pada pihak ibu. Jika pria yang mati itu punya dua saudara laki atau empat istri, atau satu saudara laki dan dua saudara perempuan yang Muslim dan berhubungan darah dengan dia dari pihak ayah (yakni ayah orang ini dan orang yang mati adalah sama, meskipun ibu2 mereka mungkin orang yang berbeda), akibat kehadiran mereka dalam pembagian warisan adalah sang ibu menerima 1/6 tanah, dan sisanya diwariskan kepada pihak sang bapak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memecahkan masalah salah hitung ini, para ahli bedah Islam telah mengeluarkan rumus “sains” akal2an yang dikenal sebagai “Al-Fara ‘id”. Ini terdiri dari hukum “Awl” dan “Usbah,” dan hukum2 “Usool” dari Fara’id, hukum2 dari "Hajb wa Hirman," dan berbagai sumber lainnya yang berhubungan dengan masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum “Awl” (penyesuaian) berhubungan dengan kasus2 di mana jumlah bagian para ahli waris melebihi atau “lebih banyak” dari jumlah total warisan. Dalam kasus seperti ini, bagian warisan disesuaikan untuk memuaskan seluruh pihak. Begini caranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Istri......................1/8..=...3/24......diubah jadi....3/27&lt;br /&gt;Anak perempuan...2/3..=..16/24...diubah jadi..16/27&lt;br /&gt;Ayah....................1/6..=....4/24.....diubah jadi....4/27&lt;br /&gt;Ibu.......................1/6..=...4/24.....diubah jadi....4/27&lt;br /&gt;Total...........................=...27/24.......................27/27&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dan untuk kasus yang kedua&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Istri.........................1/4...=...3/12..diubah jadi......3/15&lt;br /&gt;Ibu..........................1/3...=...4/12..diubah jadi......4/15&lt;br /&gt;Saudara perempuan..2/3...=...8/12..diubah jadi....8/15&lt;br /&gt;Total................................=..15/12.......................15 /15&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dengan begitu masalah salah hitung ini dibetulkan oleh kemampuan otak manusia, tapi bagian warisan jadi tidak sama dengan yang ditetapkan Qur’an. Setiap pewaris harus rela menyerahkan sebagian dari bagiannya agar hukum warisan ini jadi betul. Ini adalah kasus yang jelas di mana firman Allah ternyata perlu dibetulkan oleh manusia agar bisa diterapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga kasus di mana bagian warisan ternyata tidak mencapai 100% bulat dan ada lebihnya (surplus). Misalnya saja kasus di mana seorang pria mati dan meninggalkan istri dan kedua orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Orang tua..1/3....=...4/12&lt;br /&gt;Istri..........1/4.....=..3/12&lt;br /&gt;Total..................=...7/12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;Siapa yang bakal menerima bagian warisan surplus 5/12?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus berikut adalah kasus lain yang menunjukkan adanya bagian warisan lebih (surplus) yang belum dibagikan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Skenario.........................Warisan Dibagikan........Surplus&lt;br /&gt;Hanya 1 istri..........................=..1/4..........................3/4&lt;br /&gt;Hanya 1 ibu...........................=..1/3..........................2/3&lt;br /&gt;1 anak perempuan.................=..1/2..........................1/2&lt;br /&gt;2 anak perempuan.................=..2/3..........................1/3&lt;br /&gt;Hanya 1 sdr. perempuan.........=..1/2..........................1/2&lt;br /&gt;1 ibu dan 1 sdr. perempuan....=..1/3 + 1/2 = 5/6........1/6&lt;br /&gt;1 istri dan 1 ibu.......................=..1/4 + 1/3 = 5/12.....7/12&lt;br /&gt;1 sdr. perempuan dan 1 istri....=..1/2 + 1/4 = 3/4.......1/4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Dalam semua kasus di atas dan kasus2 kombinasi lainnya terdapat surplus. Apa yang terjadi dengan surplus ini? Siapakah yang mewarisinya?&lt;br /&gt;Untuk menghadapi masalah ini, hukum “Usbah” diterapkan. Hukum ini dibuat untuk mengurus warisan yang tidak dibagikan karena tiada orang yang menerimanya. Kalau Qur’an itu jelas dan tanpa salah, tidak diperlukan akal2an hukum seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Hukum Usbah berdasarkan Hadis berikut:&lt;br /&gt;Hadis Sahih Bukhari 8.80.724&lt;br /&gt;Dikisahkan oleh Ibn ‘Abbas:&lt;br /&gt;Sang Nabi berkata, “Berikan Fara’id (bagian warisan yang ditetapkan di Qur’an) kepada mereka yang berhak menerimanya. Lalu sisanya harus diberikan kepada anggota keluarga pria terdekat dari orang yang mati.”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hukum ini, orang yang mati dan meninggalkan seorang anak perempuan saja tanpa ada anggota keluarga pria lain terdekat kecuali sepupu jauh, maka anak perempuan ini hanya menerima separuh harta warisan dan separuh sisanya diberikan kepada sepupu jauh tersebut. Ini tentunya tidak adil bagi anak perempuan itu. Terlebih tidak adil lagi jikalau pria yang mati itu punya seorang bibi atau saudara misan perempuan miskin yang tidak kebagian apa2 hanya karena mereka bukan berkelamin pria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang lihat kasus di mana seorang pria yang mati tidak punya anggota keluarga lain selain istrinya dan saudara jauh pria. Istrinya akan menerima 1/4 harta warisan dan saudara jauh pria itu akan menerima sisanya, yakni tiga kali lipat lebih banyak daripada harta warisan istri itu yang baru saja ditinggal mati suami. Apakah ini yang disebut dengan keadilan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika pria yang mati itu tidak punya saudara jauh pria sama sekali? Apa yang terjadi dengan sisa harta warisannya? Apa yang terjadi jika keadaannya terbalik yakni istri yang mati dan tidak punya sanak saudara lain sama sekali? Pihak suami akan menerima separuh dari warisan istri, dan lalu siapa yang mendapatkan sisa separuh lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwa Qur’an tidak menetapkan prioritas penerima bagian harta warisan. Tidak ada sama sekali keterangan yang menyatakan “pertama-tama berikan kepada pihak ini dan lalu sisanya berikan kepada pihak itu”. Bahkan jikalaupun kita mau melaksanakan hukum2 ini dan memberi prioritas sesuai dengan apa yang tercantum, tetap saja tidak bisa dilaksanakan karena dengan begitu setiap bagian warisan harus dikorting. Juga di banyak kasus terjadi jumlah total warisan tidak bisa habis dibagikan kepada pewaris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah kesalahan yang berusaha disangkal Pak Sami Zaatari. Dalam usahanya untuk membantah artikel ini, Pak Zaatari menulis, “Jika A (mati) meninggalkan seorang janda atau duda, maka bagian warisan janda atau duda haruslah terlebih dahulu dihitung seperti yang disebutkan di separuh bagian pertama ayat 4:1.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Zaatari harus menunjukkan kepada kita aturan seperti itu di Qur’an. Tidak ada aturan dalam Qur’an yang menyebut harta warisan harus diberikan kepada pewaris tertentu lebih dahulu dan sisanya dibagikan kepada pewaris yang lain. Sudah jelas pula bahwa aturan perhitungan pembagian harta warisan dalam Qur’an salah secara matematis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekacauan hukum warisan ini tampak lebih jelas lagi di contoh berikut. Misalnya saja seorang pria hanya punya seorang anak perempuan dan 10 anak laki. Menurut Qur’an, anak perempuan ini menerima separuh warisan dan ke-10 anak laki harus membagi-bagi rata separuh harta warisan lainnya. Jadi setiap anak laki hanya kebagian 1/20 harta warisan. Tapi ini lalu bertentangan dengan hukum yang menetapkan pria menerima dua kali lebih banyak harta warisan dibandingkan wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Muslim telah menerapkan aturan Islam selama 1.400 tahun dan melalui berbagai cara mereka dapat menerapkan hukum yang memusingkan ini. Apa yang mereka lakukan? Mereka mengartikan, menyesuaikan dan membuat kompromi agar hukum kacau balau ini jadi masuk akal. Mereka mengumpulkan semua warisan di satu tempat dan memberi setiap anak pria dua kali bagian anak perempuan. Jalan keluar ini memang melaksanakan salah satu aturan warisan Qur’an, tapi bertentangan dengan aturan Qur’an lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di atas segala penerapan hukum yang bertentangan ini, sebenarnya masalah utama tidak terletak pada kesalahan perhitungan pembagian warisan. Masalah utamanya adalah ketidakadilan dalam hukum ini. Orang yang bisa berpikir waras tidak dapat menghindari pertanyaan mengapa seorang anak perempuan hanya menerima separuh dari warisan anak laki? Mengapa derajat anak perempuan lebih rendah daripada anak laki? Mengapa Qur’an menyebut “bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan”? (Q 4:11). Misalnya saja seorang pria mati meninggalkan 4 istri. Semua istri2 ini harus membagi rata ¼ kekayaannya, jika pria ini tidak punya anak dan 1/8 jika pria ini punya anak. Jika pria ini tidak punya anak, maka setiap istri akan memperoleh 1/16 harta warisan dan jika pria ini punya anak, maka setiap istri akan memperoleh 1/32. Bagaimana caranya seorang wanita yang mungkin sudah terlalu tua untuk bisa menikah lagi dapat hidup layak dengan warisan sekecil itu di dalam masyarakat yang didominasi kaum pria sebagaimana lumrahnya negara2 Islam? Di lain pihak, seorang pria yang kehilangan keempat istrinya akan mewarisi ½ sampai ¼ kekayaan setiap istrinya. Bukankah ini rumus hitungan yang jelas untuk memperkaya pria dan mempermiskin wanita? Lebih mudah untuk memaafkan kesalahan berhitung dalam Qur’an dibandingkan dengan memaafkan ketidakadilan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ayat Q 4:175 berbunyi&lt;br /&gt;“Thus doth Allah make clear to you (His law), lest ye err. And Allah hath knowledge of all things.”&lt;br /&gt;versi DepAg RI:&lt;br /&gt;Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tapi seperti yang kita lihat, hukum Allah ternyata tidak jelas sama sekali. Jumlah hitungan salah, bagian warisan tidak ditentukan secara jelas, dan pembagiannya tidak adil. Terserah kaum Muslim untuk menentukan apakah Allah bukan yang “Maha Tahu”, tidak bisa menghitung angka2 yang sederhana, bingung dan tidak adil ataukah Qur’an itu salah dan Muhammad bukanlah utusan Tuhan. Salah satu dari dua hal ini pasti benar. Silakan pilih sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-5818884336768248760?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/5818884336768248760/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=5818884336768248760' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/5818884336768248760'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/5818884336768248760'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/warisan-siapa-yang-mengajar-allah.html' title='WARISAN: Siapa yang Mengajar Allah Berhitung?'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-3473717158998446937</id><published>2008-07-02T02:23:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T02:27:40.276-07:00</updated><title type='text'>BUKU-BUKU ISLAMI TENTANG AISHA (part Ii)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SGtJQNbxDeI/AAAAAAAAAAg/1VUfqNFe_Zw/s1600-h/ty.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://3.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SGtJQNbxDeI/AAAAAAAAAAg/1VUfqNFe_Zw/s320/ty.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218345136071708130" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dari sirah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;nabi tertua&lt;/span&gt;,biasanya disebut juga sirah nabi &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;IBNU ISHAQ&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: normal;font-size:18;" &gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM JILID 2&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Abu Muhammad Abdul Malik bin Hisyam Al-Muafiri,&lt;br /&gt;Penerjemah: Fadhli Bahri, Lc.;&lt;br /&gt;Cetakan V, Darul Falah Jakarta, 2006&lt;br /&gt;704 him; 15,5x24 cm.&lt;br /&gt;Judul Asli: &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;As-Sirah An-Nabawiyah li Ibni Hisyam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penerbit: Darul Fikr, Beirut 1415 H/l994 M&lt;br /&gt;ISBN 979-3036-17-6&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="0" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="row1" height="28" valign="top"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HALAMAN 632&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="line-height: normal;font-size:18;" &gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aisyah binti Abu Bakar Radhiyallahu Anhuma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi wa SaJ/am menikahi Aisyah binti Abu Bakar Ash-Shiddiq di Makkah ketika Aisyah &lt;span style="line-height: normal;font-size:18;" &gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berumur tujuh tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;dan &lt;span style="line-height: normal;font-size:18;" &gt;&lt;span style="color:blue;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;menggaulinya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; di Madinah ketika ia &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;berusia sembilan atau sepuluh tahun.&lt;/span&gt; Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sal/am tidak menikahi wanita gadis selain Aisyah binti Abu Bakar. Beliau dinikahkan dengan Aisyah oleh Abu Bakar dengan mahar empat ratus dirham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saudah binti zam'ah Radhiyallahu Anha&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shallallahu Alaihi wa Sal/am menikah dengan Saudah binti Qais bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl bin Amir bin Luai dan orang yang menikahkan beliau dengannya ialah Salith bin Amr dengan mahar empat ratus dirham. Ada yang mengatakan bahwa orang yang menikah­kan beliau dengannya ialah Abu Hathib bin Amr bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl."&lt;br /&gt;Ibnu Hisyam berkata, "Ibnu Ishaq kontradiksi dalam hadits ini, padahal ia pemah menyebutkan bahwa Salith bin Amr dan Abu Hathib bin Amr berada di daerah Habasyah ketika pernikahan tersebut terjadi."&lt;br /&gt;Ibnu Ishaq berkata, "Sebelum diperistri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sal/am, Saudah binti Zam'ah diperistri As-Sakran bin Amr bin Abdu Syams bin Abdu Wudd bin Nashr bin Malik bin Hisl.&lt;br /&gt;zainab binti Jahsy Radhiyallahu Anha&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menikah dengan Zainab binti Jahys dan orang yang menikahkan beliau dengannya ialah saudara Zainab binti Jahsy, Abu Ahmad bin Jahsy, dengan mahar empat ratus dirham. Sebelum itu, Zainab binti Jahsy diperistri Zaid bin Haritsah, mantan budak Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Tentang Zainab binti Jahsy, Allah Tabaraka wa Ta'ala menurunkan ayat berikut,&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;!-- End replacement - Bottom aligned signature MOD --&gt;     &lt;/tr&gt;    &lt;tr&gt;     &lt;td class="row1" valign="bottom"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="gensmall"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-3473717158998446937?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/3473717158998446937/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=3473717158998446937' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/3473717158998446937'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/3473717158998446937'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/buku-buku-islami-tentang-aisha-part-ii.html' title='BUKU-BUKU ISLAMI TENTANG AISHA (part Ii)'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SGtJQNbxDeI/AAAAAAAAAAg/1VUfqNFe_Zw/s72-c/ty.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-6235523592577930483</id><published>2008-07-02T02:08:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T02:17:42.232-07:00</updated><title type='text'>BUKU-BUKU ISLAMI TENTANG AISHA (part I)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SGtGvfvOllI/AAAAAAAAAAM/UZ13v2Neh9c/s1600-h/yuy.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SGtGvfvOllI/AAAAAAAAAAM/UZ13v2Neh9c/s320/yuy.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5218342375026234962" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Judul : &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa Nabi SAW berpoligami&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dari JUDUL asli : women in the eyes and heart of muhamad&lt;br /&gt;Karya : Dr.Ali Syariati&lt;br /&gt;Terbitan school Publication ,Teheran&lt;br /&gt;Penerbit di Indonesia : PENERBIT MISBAH&lt;br /&gt;Email : &lt;a href="http://www.ninjacloak.com/index.php/1010110A/e79601eb28e81667485e9fae03619898b68f6919bbd4243b9e15915"&gt;Pantera@cbn.net.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="line-height: normal;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color:red;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini TANPA MALU-MALU mengakui AISYAH itu UMURNYA 7 TAHUN waktu di nikahi oleh MUHAMAD. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari mana Penulis itu mendapatkan umur 7 tahun? Tentu dari hadits seperti berikut ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahih Muslim Book 008, Number 3311&lt;br /&gt;'A'isha (Allah berkenan padanya) mengatakan bahwa Rasulullah (saw) menikahi dia ketika dia berusia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;tujuh tahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, dan dia dibawa ke rumah Nabi sebagai pengantin ketika berusia sembilan tahun, dan boneka2nya ikut bersamanya; dan dia (sang Nabi) mati ketika ‘A’isha berusia delapan belas tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sunan Abu-Dawud Book 41, Number 4915, also Number 4916 and Number 4917&lt;br /&gt;Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:&lt;br /&gt;Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;berusia tujuh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; atau &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;enam tahun&lt;/span&gt;. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;[Anda mau setuju atau tidak setuju,itu bukan urusan saya.Yang JELAS Hadits2 yang kami kutip tentang UMUR aisyah 6 dan 7 tahun itu BENAR adanya,BUKAN HADITS PALSU atau hadits yang DITAMBAH2in,terbukti dengan adanya pihak MUSLIM yang menyebut umur aisyah 7 tahun waktu dinikahin NABI.dan penulis juga mempercayai umur 7 tahun pada waktu dulu belumlah dewasa,tetapi masih anak2,ini sekaligus juga untuk membantah muslimers yang berargumen &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;‘jaman dulu itu walau umur 7 tahun,tapi sdh dewasa loh &lt;/span&gt;‘. Seperti biasa, Kalau keberatan, Proteslah ke email tsb )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik, langsung saja saya kutipkan cerita dari buku tsb &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dari Halaman 78&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, Aisyah, anak perempuan Abu Bakar, adalah gadis pertama yang lahir dalam keadaan Islam. Kualitas inilah yang membuatnya mempunyai keistimewaan tersendiri dibanding-kan selainnya, dan telah memotivasi para sahabat dan teman-teman seperjuangan Rasulullah untuk menjadikannya sebagai istri Rasulullah. Hanya kelembutan hati nurani (dan bukan akal ataupun logika) yang mampu memahami keluruhan usulan itu. Manakala bunga pertama mekar di taman, manakala buah pertama matang di kebun, maka semua itu merupakan hasil usaha keras si tukang kebun. Hati manusia akan menyadari bahwa bunga atau buah pertama itu murni milik si tukang kebun dan kekayaan yang hanya layak dimiliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakar adalah figur manusia yang penuh kelembutan, kesetiaan dan kecintaan yang meluap kepada Rasulullah. Dia sangat mengharapkan Rasulullah untuk mengawini anak perempuan-nya itu. Tetapi, waktu itu Aisyah baru berusia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;7 tahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, sedangkan Muhammad saw telah berusia di atas &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;50 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Di rumah beliau ada Fatimah yang masih membutuhkan kasih sayangnya. Di luar rumahnya musuh-musuh berkeliaran, seperti Abu Jahal, sementara kehidupan beliau masih terkungkung dengan kepahitan, kekerasan dan penderitaan. Yang paling beliau butuhkan pada situasi semacam itu adalah pasangan jiwa (soulmate) untuk berbagi suka dan duka. Dan beliau merasa bahwa putri Abu Bakar yang baru berusia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;7 tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;itu kurang cocok untuk situasi yang demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi, dengan berbagai pertimbangan, Muhammad saw pada akhirnya meminangnya (dan baru dua tahun kemudian mereka hidup bersama). Maka, anak perempuan pertama yang lahir dalam keadaan memeluk Islam dan merupakan barisan pertama generasi Islam itu menjadi istri Rasulullah. Dengan perkawinan tersebut, Muhammad dan Abu Bakar telah menjalin ikatan kekerabatan. Sosiologi Baduwi dan kesukuan mengakui bahwa ikatan kekerabatan pada zaman dan situasi waktu itu merupakan bentuk ikatan yang paling kuat untuk menyatukan dua manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aisyah merupakan satu-satunya istri Rasulullah yang masih gadis ketika dinikahi, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;dan satu-satunya yang kecantikan dan kefemininannya menarik hati Nabi Muhammad.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;note : Kecantikan opo? wong masih ingusan..kekekeke&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, kecantikannya itu bukan merupakan alasan utama kebersamaan mereka, karena bagaimana mung-kin kecantikan seorang gadis kecil berusia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;7 tahun &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;mampu membangkitkan perasaan sese-orang yang telah berusia 50 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkawinan mereka lebih merupakan per-paduan simbolis yang dikaitkan dengan kela-yakan yang bisa diterima akal. Tidak tepat menganggap hasrat dan cinta sebagai alasan perkawinan itu. Baru dua tahun kemudian ketika berada di Madinah mereka memulai hidup ber-sama.&lt;br /&gt;Kita mesti menyadari bahwa cinta Muhammad saw terhadap Aisyah tepat seperti apa yang diungkapkan oleh penulis kontemporer Mesir, Muhammad Husayn Haykal: "...Berkembang setelah perkawinannya dan bukan sebelumnya. Sulit dipercaya Muhamad jatuh cinta pada gadis kecil berusia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;7 tahun&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Jadi tak bisa dinyatakan bahwa perkawinan itu hanya karena cinta semata."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, perkawinannya dengan perempuan yang paling muda dan paling cantik di antara istri-istri Muhammad adalah demi kepentingan sosial dan politis semata ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-6235523592577930483?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/6235523592577930483/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=6235523592577930483' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/6235523592577930483'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/6235523592577930483'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/buku-buku-islami-tentang-aisha-part-i.html' title='BUKU-BUKU ISLAMI TENTANG AISHA (part I)'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_n94k9UeLwyM/SGtGvfvOllI/AAAAAAAAAAM/UZ13v2Neh9c/s72-c/yuy.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-4668854454543234378</id><published>2008-07-02T02:05:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T02:08:05.758-07:00</updated><title type='text'>ALI SINA : MUSLIM YANG MALU MENCOBA MENUTUPI USIA AISHA</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt; Kaum Islam “modernist” menyanggah fakta umur Aisya ini. Mereka bersikeras: &lt;br /&gt;(dari &lt;a target="_blank" href="http://www.ninjacloak.com/index.php/1010110A/e2831cf773f05b40074585af1472ab8fb58f231eb0c7273b89b22184a67798e05a8677c6da6e6c8ca548776c6b2915915"&gt;http://www.understanding-islam.com/ri/mi-004.htm&lt;/a&gt;) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: olive;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menurut tradisi yang diterima pada umumnya, Aisha dilahirkan sekitar 8 tahun sebelum Hijrah. Ia kemudian menikah pada tahun 1 Hijrah. Jadi banyak yangmengasumsi bahwa Aisha berumur 9 tahun ketika ia menikah. NAMUN menurut narasi lainnya dalam Bukhari (kitabu'l-tafseer) Aisha dilaporkan mengatakan bahwa saat diwahyukannya Surah Al-Qamar, Surah Qur'an nomor 54, "Saya seorang gadis muda". Surah ke-54 itu diwahyukan 9 tahun sebelum Hijrah. Jadi menurut tradisi ini, pada saat itu Aisha bukan lagi anak2 (sibyah) melainkan gadis muda (jariyah)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban terhadap yang diatas: &lt;br /&gt;Bahkan jika kita mengasumsi bahwa riwayah diatas akurat, tidak ada alasan mengapa riwayah ini lebih penting ketimbang riwayah lainnya yang begitu mendetil tentang umur Aisha, menggambarkannya bermain dengan boneka, pembicaraannya dengan teman2 seumurnya dan ceritanya bersembunyi ketika Muhamad memasuki kamar, memorinya tentang bermain di ayunan ketika ibunya memanggilnya dan mencuci mukanya dan mempertontonkannya kepada Muhamad, ke-dungu-annya dan rasa kaget ketika Muhamad beraksi dalam perannya sebagai suami, dsb. Peristiwa2 ini lebih menempel di ingatan ketimbang kapan turunnya wahyu. Kemungkinan orang lebih mengingat peristiwa penting ketimbang kepastian tanggal datangnya Surah.//&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: olive;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menurut beberapa riwayah, Aisha menemani pasukan muslim dalam pertempuran Badr dan Uhud. Juga dilaporkan dalam hadis dan sejarah bahwa mereka dibawah umur 15 tahun tidak diijinkan mengambil bagian dalam pertempuran Uhud. Semua anak lelaki dibawah umur 15 dipulangkan kembali. Partisipasi Aisha dalam pertempuran Badr dan Uhud pada saat itu jelas menunjukkan bahwa ia bukan lagi berusia 9 atau 10. Lagipula, perempuan biasa menemani kaum lelaki dalam pertempuran guna memberi bantuan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Ini alasan lemah. Pada saatnya pertempuran Badr dan Uhud Aisha berumur antara 10 sampai 11 tahun. Ia tidak bertempur seperti kaum lelaki. Ia disitu untuk menghangati tempat tidur Muhamad. Lelaki dibawah umur 15 dipulangkan, tetapi ini tidak berlaku bagi Aisha.//&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: olive;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menurut kebanyakan pakar sejarah, Asma, kakak perempuan Aisha berumur 10 tahun diatas Aisha. Dilaporkan dalam Taqri'bu'l-tehzi'b dan Al-bidayah wa'l-nihayah bawha Asma wafat tahun 73 hijrah pada usia 100 tahun. Jelas, jika Asma berusia 100 tahun pada tahun 73 Hijrah, pada saat hijrah ia berumur 27 atau 28. Jika Asma berusia 27 atau 28 pada saat hijrah, maka Aisha berumur 17 atau 18 tahun. Jadi, pada saat Aisha menikah pada tahun 1 AH (after hijrah) atau 2 AH, ia berumur antara 18 atau 20 tahun. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban: &lt;br /&gt;Pada saat Asma sudah sangat berumur, orang tidak terlalu peduli mengenai umur persisnya. Lebih mudah membulatkan angka 100 tahun ketimbang menyebut 90 tahun. Bedanya tidak kelihatan bagi orang2 sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan asumsi Hadis tersebut autentik, ini mungkin suatu kesalahan tidak sengaja. Dijaman baheula belum ada sertifikat lahir. Lagipula, Asma bukan orang penting dan tidak akan menyangka bahwa 1300 tahun kemudian ia menjadi obyek kontroversi. Ini bisa2 sebuah kesalahan dalam Hadis.//&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: olive;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tabari dalam tulisannya tentang sejarah Islam, menulis bawha Abu Bakr (ayah Aisha) memiliki 4 anak dan kesemuanya dilahirkan dalam masa Jahiliyyah -- masa pra Islam. Jelas jika Aisha lahir dalam masa jahiliyyah, ia tidak dapat berusia dibawah 14 pada masa 1 AH -- saat ia kemungkinan besar menikah. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Riwayah Tabari tidak dikenal sebagai Sahih. Bahkan jika riwayahnya ini sesuai fakta, tidak ada alasan mengapa kita harus menyingkirkan hadis2 yang jauh lebih eksplisit dan mendetail yang saling menunjang dan mengaskan bahwa umur Aisha 9 pada saat ia menikahi Muhamad. Orang lebih mengingat peristiwa2 penting ketimbang hal2 yang tidak terlalu signifikan. Tanggal lahir anak2 Abu Bakr bukan hal penting bagi Muslimin saat itu untuk dicatat. Yang lebih penting adalah detail perkawinan Nabi. Dalam cerita pernikahan Safiyah, bahkan makanan yang dihidangkan pun dicatat.//&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: olive;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menurut pakar sejarah Ibn Isham, Aisha menerima Islam jauh sebelum Umar ibn Khattab. Ini menunjukkan bahwa Aisha menerima Islam pada tahun 1 Islam. Itu berarti mustahil jika ia dilahirkan pada tahun pertama Islam. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Para apologis tidak menyertakan teori ini dengan hadis. Lagipula teori ini juga salah. Guna mengerti dan menerima sebuah agama, paling tidak orang harus punya otak. Katakanlah Aisha berumur 12 (atau 15). Kalau memang benar Aisha menerima Islam pada tahun pertama Islam, maka pada saat ia menikahi Muhamad ia berusia 26 tahun (12 + 14) !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, perempuan jaman itu menikah pada umur jauh lebih muda. Tidak ada seorangpun mau menunggu menikah sampai umur 26 tahun. dan sangat tidak masuk akal bahwa seorang wanita berumur 26 tahun masih bermain dengan boneka. Ini menunjukkan bahwa para muslim apologis malu akan perlakuan Nabi dan mencari-cari alasan untuk menutupi ketidakpantasan sang Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: olive;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tabari juga melaporkan bahwa pada saat Abu Bakr berencana untuk migrasi ke Habshah (8 years sebelum Hijrah), ia pergi ke Mut`am -- ayah anak lelaki yang dipinangkan degnan Aisha -- dan memintanya agar menerima Aisha sebagai isteri puteranya. Mut`am menolak karena Abu Bakr memeluk Islam, dan akhirnya puteranya menceraikan Aisha.&lt;br /&gt;Nah, jika Aisha berumur hanya 7 tahun pada saat menikah dengan Nabi, mustahil ia dilahirkan pada saat Abu Bakr berencana untuk migrasi ke Habshah. Berdasarkan ini, kita bisa berasumsi bahwa Aisha bukan hanya dilahrkan 8 tahun sebelum hijrah, namun juga seorang wanita muda yang siap memasuki perkawinan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Tradisi Arab untuk menjodohkan anak2 pada saat lahir tidak aneh. Bahkan sampai sekarangpun tradisi ini masih berlanjut. Teori diatas tidak membuktikan Aisha seorang gadis muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menurut riwayah Ahmad ibn Hanbal, setelah kematian Khadijah, Khaulah menghadap Nabi agar menikah lagi. Nabi bertanya kepadanya siapa kira2 menurutnya yang ingin dicalonkannya. Khaulah mengatakan: "Kau dapat menikahi perawan (bikr), atau perempuan yang sudah menikah (thayyib)". Nabi lalu bertanya siapa sang perawan, Khaulah mengusulkan Aisha. Mereka yang mengerti bahasa Arab, tahu bahwa kata "bikr" digunakan tidak untuk menggambarkan gadis berumur 9 tahun. Kata yagn tepat bagi anak2 kecil adalah "Jariyah". "Bikr" hanya dipakai untuk menggambarkan gadis belum menikah dan bukan seorang berusia 9 tahun. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Keterangan ini tidak tepat. Saya lahir di Iran dan saya mengerti bahasa Arab. Bikr berarti perawan dan tidak menunjukkan umur. Faktanya, Aisha adalah isteri kedua Muhammad (setelah Khadijah) namun Muhammad MENUNGGU TIGA TAHUN sebelum melakukan hubungan perkawinan karena AISHA TERLALU MUDA. Oleh karena itu ia memuaskan dirinya dengan Umma Salamah, sampai Aisha tumbuh sedikit lagi. Tidak masuk akal untuk mengawini wanita cantik seperti Aisha dan menunggu tiga tahun sebelum membawanya ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img alt="Cool" src="http://www.ninjacloak.com/index.php/1010110A/e2831cf773f05b40075985af1e6ebd88bd806911bfc97e3a9cac258cec7b9aa31a8679c6d16833c9f85330697e231613c34909429f976b81db43fbf9e1bf29fbe32dcb163c15915" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: olive;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menurut Ibn Hajar, Fatimah 5 tahun lebih tua dari Aisha. Fatimah dilaporkan lahir pada saat Nabi berumur 35 tahun. Jika info ini benar maka Aisha tidak mungkin berusia dibawah 14 tahun pada saat hijrah dan pada saat menikah berumur 15 atau 16 tahun. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Tentu info diatas tidak benar. Jika Fatimah 5 tahun diatas Aisha, dan Fatimah lahir saat Nabi berusia 35 tahun, maka Aisha lahir pada saat Nabi berusia 30 tahun. Jadi beda usia mereka 30 tahun. Kalau memang begitu, Ketika Muhamad berusia 54 saat menikahi Aisha, maka Aisha berumur 24 tahun. Ini jelas tidak tepat. Alasannya sudah diberikan diatas selain mengkontradiksi hadis yang diberikan para apologis tentang umur Asma, yang dikatakan 10 tahun diatas Aisha dan wafat pada tahun 73 Hijrah. Kalau begitu pada saat Hijrah, Asma berumur 100 –73 = 27 tahun, sementara menurut hadis, ia berumur 34 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejanggalan antara kedua hadis yang diberikan oleh para apologis menunjukkan kelemahan mereka. Ini menunjukkan bahwa pada jaman itu angka tidak banyak berarti. Kemungkinan besar orang lupa tanggal. Namun peristiwa dengan mudah diingat. Laporan tentang usia muda Aisha konsisten dengan cerita2 masa kanak2nya, bermain dengan boneka, dan teman2 seumurnya dan bersembunyi ketika Muhamad memasuki ruangan dan kagetnya ketika Muhamad mengadakan hubungan seksual dengannya. Mereka yang mengingkari fakta dan mencoba membuktikan sebaliknya menunjukkan malunya mereka akan tindakan Nabi. Mungkin mereka harus di-diskreditkan karena mengetahui kesalahan Muhamad dan kita tidak patut menuruti mereka karena mereka tidak memiliki kejujuran intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9)&lt;br /&gt;&lt;span style="color: olive;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pada akhirnya, para apologis menyimpulkan: &lt;br /&gt;“Menurut pendapat saya, menjodohkan anak2 seumur 9 atau 10 tahun bukan tradisi Arab dan Nabi juga tidak menikahi Aisha se-muda itu. Orang2 Arab tidak menolak perkawinannya karena perkawinannya memang layak, tidak sebagaimana diriwayahkan sebaliknya.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab: &lt;br /&gt;Saya total tidak setuju. Tradisi ini MEMANG KHAS ARAB, bahkan masih dilanjutkan sampai sekarang, bahkan di negara2 yang ditaklukkan Islam. Sampai sekarang tidak aneh melihat anak2 berumur 9 tahun dikawinkan. Alasan bahwa tidak ada yang tidak setuju akan perkawinan Muhamad dengan anak ingusan adalah karena ini sesuai adat. Alasan mengapa ini tidak dilaporkan dalam banyak hadis adalah karena ini memang bukan hal luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu yang lalu saya membaca dalam surat kabar bahwa di Iran, seorang perempuan 9 tahun meminta cerai dari suaminya yang berumur 15 tahun setelah perkawinan 20 hari karena ia selalu memukulinya. Ketika sang lelaki ditanya mengapa, ia mengatakan "Isteri saya malas melakukan tugas rumah tangga dan selalu bermain dengan bonekanya. "&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-4668854454543234378?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/4668854454543234378/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=4668854454543234378' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/4668854454543234378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/4668854454543234378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/ali-sina-muslim-yang-malu-mencoba.html' title='ALI SINA : MUSLIM YANG MALU MENCOBA MENUTUPI USIA AISHA'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-7767985949313206112</id><published>2008-07-02T01:56:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T02:04:46.552-07:00</updated><title type='text'>NABI MUHAMMAD TERNYATA SEORANG PEDOPHILIA</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;Membayangkan pria tua terangsang oleh anak kecil adalah sangat memuakkan. Kita semua merinding dibuatnya karena mengingatkan kita pada tindak kriminal fedofilia. Sukar diterima bahwa sang Nabi Suci, pembawa rahmat bagi seluruh umat manusia, bisa menikahi Aisha ketika ia berusia &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6 tahun &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;menyetubuhinya pada saat ia berusia 9 tahun. Waktu itu, Muhammad berusia 54 tahun&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Muslim Buku 008, Nomer 3310: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'A'isha (Allah berkenan padanya) melaporkan: Rasulullah (saw) menikahiku ketika aku berusia enam tahun, dan aku diterima di rumahnya pada waktu aku berusia sembilan tahun. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomer 64 &lt;br /&gt;Dikisahkan oleh 'Aisha: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahwa sang Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan sang Nabi menyetubuhinya ketika dia berusia sembilan tahun, dan dia terus bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati).&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 65 &lt;br /&gt;Dikisahkan oleh 'Aisha: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Bahwa sang Nabi menikahinya ketika ia berusia enam tahun dan sang Nabi menyetubuhinya ketika dia berusia sembilan tahun. Hisham berkata: “Aku telah diberitahu bahwa ‘Aisha tinggal bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati).” Apa yang kau ketahui tentang Qur’an (di luar kepala)&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Bukhari Volume 7, Buku 62, Nomer 88 &lt;br /&gt;Dikisahkan oleh 'Ursa: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sang Nabi menulis (kontrak kawin) dengan ‘Aisha ketika dia berusia enam tahun dan menyetubuhinya ketiak dia berusia sembilan tahun dan dia tinggal bersama sang Nabi selama sembilan tahun (sampai Nabi mati). &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Muslim mengatakan bahwa adalah ayah Aisha, Abu Bakr, yang meminta agar Muhamad mengawini anaknya. Ini saja tidak benar dan inilah buktinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Bukhari 7.18 &lt;br /&gt;Dinyatakan 'Ursa:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sang Nabi meminta Abu Bakr untuk menyerahkan Aisha untuk dinikahi. Abu Bakr berkata,”Tapi engkau saudaraku.” Nabi berkata, ”Engkau saudaraku dalam agama Allah dan BukuNya, tapi ia (Aisha) adalah sah untuk dinikahiku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang2 Arab waktu itu masih primitif dengan tidat terikat banyak aturan. Tapi meskipun begitu mereka punya kode etik. Contohnya, meskipun mereka berperang sepanjang tahun, mereka menghilangkan semua rasa permusuhan di bulan2 suci dalam tahun itu. Mereka juga menganggap Mekah adalah kota suci dan tidak ada yang boleh berperang terhadapnya. Istri dari anak angkat seorang pria akan dianggap sebagai menantu wanitanya dan siapapun tidak boleh menikahi menantu wanita itu. Adalah suatu kebiasaan untuk membuat sumpah persaudaraan dan menganggap satu sama lain sebagai saudara kandung. Sang Nabi nyata-nyata melanggar semua aturan2 yang dianggapnya menghalangi keinginannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Bakr dan Muhamad sudah melakukan sumpah saudara. Jadi berdasarkan adat, Aisha seharusnya sudah seperti keponakan "buyut" sang Nabi. Tapi inipun tidak menghentikannya untuk menikahinya walaupun Aisha masih berusia 6 tahun. !!! &lt;img alt="Twisted Evil" src="http://www.ninjacloak.com/index.php/1010110A/e2831cf773f05b40075985af1e6ebd88bd806911bfc97e3a9cac258cec7b9aa31a8679c6d16833c9f85330697e231613c34909429f976b81db43fbf9e1a831fdfc77c91b74ab220415915" border="0" /&gt;  Bayangkan kalau opa anda menikahi anak anda yang masih 6 tahun !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi yang suka mengubah2 standar moral menutut keadaan ini, sempat berpura2 menolak Aisha ketika ditanya: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Bukhari V.7, B62, N. 37 &lt;br /&gt;Dinyatakan Ibn 'Abbas:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dikatakan pada sang Nabi,”Maukah engkau menikahi anak perempuan Hamza?” Nabi menjawab,”Dia adalah keponakan angkatku (anak saudara angkatku).&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadis berikut, sang Nabi menceritakan secara rahasia pada Aisha bahwa ia bermimpi tentang dia sebelum meminta ayahnya untuk memperistrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Bukhari 9.140 &lt;br /&gt;Dinyatakan 'Aisha:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Nabi Allah berkata padaku,”Kau ditampakkan padaku dua kali (dalam mimpiku) sebelum aku menikahimu. Aku melihat seorang malaikat membawamu dalam kain sutra, dan aku berkata padanya,’Singkapkan (dia), ‘ dan lihatlah, tampaklah engkau. Aku berkata (pada diriku sendiri), ‘jika ini dari Allah, maka ini harus terjadi.’ Maka kau ditunjukkan padaku, malaikat membawamu dengan sehelai kain sutra, dan aku berkata (pada malaikat), ‘Singkapkan (dia), dan lihat, tampaklah engkau. Aku berkata (pada diriku sendiri), ‘jika ini dari Allah, maka ini harus terjadi.’&lt;/span&gt;”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalahnya bukan apakah Muhamad memang bermimpi atau apakah dia mengatakannya hanya untuk menyenangkan Aisha. Masalahnya adalah mana mungkin malaikat menawarkan anak kecil kepada Nabi. Didunia Muhamad, malaikatpun tidak bermoral ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak sekali hadis yang secara tegas menyatakan usia Aisha pada saat dia menikah. Ini sebagian dari ayat2 tsb.:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Bukhari 5.236. &lt;br /&gt;Dikisahkan oleh ayah Hisham: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Khadija meninggal dunia tiga tahun sebelum sang Nabi berangkat ke Medina. Dia diam di sana selama dua tahun atau lebih dan lalu dia menikahi ‘Aisha ketika dia berusia enam tahun, dan dia (Nabi) menyetubuhinya ketika dia berusia sembilan tahun. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Bukhari 5.234 &lt;br /&gt;Dikisahkan oleh Aisha: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sang Nabi bertunangan denganku ketika aku masih seorang gadis kecil berusia enam (tahun). Kami pergi ke Medina dan tinggal di rumah Bani-al-Harith bin Khazraj. Lalu aku sakit dan rambutku rontok. Tak lama kemudian rambutku tumbuh (lagi) dan ibuku, Um Ruman, datang padaku ketika aku bermain ayunan bersama beberapa dari kawan perempuanku. Ibu memanggilku, aku pergi menghadapnya, tidak tahu apa yang dia inginkan dariku. Ibu memegang tanganku dan membawaku berdiri di depan pintu rumah. Aku tak bisa bernafas, dan ketika aku bisa bernafas lagi, dia (Ibu) mengambil air dan membilas wajah dan kepalaku. Lalu dia membawaku masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah kulihat wanita2 Ansari yang berkata, “Salam sejahtera dan Berkat Allah dan semoga selamat.” Lalu dia (Ibu) menyerahkanku kepada mereka dan mereka mempersiapkanku (untuk perkawinan). Secara tak terduga, Rasul Allah datang padaku di pagi hari dan ibuku menyerahkanku kepadanya, dan pada saat itu aku adalah seorang gadis berusia sembilan tahun. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di Hadis yang lain kita baca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sunan Abu-Dawud Book 41, Number 4915, also Number 4916 and Number 4917 &lt;br /&gt;Dinyatakan Aisha, Ummul Mu'minin:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sang Rasul Allah menikahiku ketika aku berusia tujuh atau enam tahun. Ketika kami tiba di Medina, beberapa wanita datang, menurut versi Bishr:Umm Ruman datang padaku ketika saya sedang bermain ayunan. Mereka memandangku, mempersiapkanku, dan mendandaniku. Kemudian aku dibawa ke Rasul Allah, dan ia hidup bersamaku sebagai suami istri ketika aku berusia sembilan tahun. Ia (Umm Ruman) menghentikanku di pintu, dan aku meledak tertawa&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadis di atas kita baca bahwa Aisha bermain ayunan. Ini adalah permainan anak2 kecil. Hadis berikut menarik disimak karena ini menunjukkan Aisha masih terlalu kecil sehingga dia tidak tahu apa yang terjadi ketika sang Nabi Suci “mengejutkannya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Bukhari Volume 7, Book 62, Number 90 &lt;br /&gt;Dinyatakan Aisha:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika sang Nabi menikahiku, ibu datang padaku dan membawaku ke dalam rumah (sang Nabi) dan TIDAK ADA YANG LEBIH MENGAGETKANKU SELAIN KEDATANGAN SANG NABI ALLAH PADAKU DI PAGI HARI.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya ini sangat mengejutkan baginya! Tapi hadis berikut juga menarik karena hadis ini menunjukkan bahwa Aisha hanyalah seorang gadis cilik yang masih suka bermain dengan boneka2nya. Perhatikan apa yang ditulis pengarang dalam tanda kurung. (sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Bukhari Volume 8, Book 73, Number 151  &lt;br /&gt;Dinyatakan oleh 'Aisha:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku biasa bermain dengan boneka2 di depan sang Nabi, dan kawan2 perempuanku juga biasa bermain bersamaku. Kalau Rasul Allah biasanya masuk ke dalam (tempat tinggalku) mereka lalu bersembunyi, tapi sang Nabi lalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain bersamaku. (Bermain dengan boneka2 atau bentuk2 yang serupa itu dilarang, tapi dalam kasus ini diizinkan sebab Aisha saat itu masih anak kecil, belum mencapai usia pubertas)&lt;/span&gt; (Fateh-al-Bari halaman 143, Vol.13)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Muslim Book 008, Number 3311 &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;'A'isha (Allah berkenan padanya) mengatakan bahwa Rasulullah (saw) menikahi dia ketika dia berusia tujuh tahun, dan dia dibawa ke rumah Nabi sebagai pengantin ketika berusia sembilan tahun, dan boneka2nya ikut bersamanya; dan dia (sang Nabi) mati ketika ‘A’isha berusia delapan belas tahun&lt;/span&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Nabi suci mati ketika dia berusia 63 tahun. Karena itu dia mestinya menikahi Aisha ketika dia berusia 51 tahun dan menyetubuhinya ketika dia berusia 54 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: darkblue;"&gt;Sahih Bukhari Volume 8, Buku 73, Nomer 33 &lt;br /&gt;Dikisahkan oleh 'Aisha: &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Aku tidak pernah merasa begitu cemburu pada wanita mana pun seperti yang kurasakan pada Khadija, meskipun dia telah meninggal tiga tahun sebelum sang Nabi mengawiniku, dan ini karena aku mendengar dia (Nabi) terlalu sering berkata tentang dia, dan karena Tuhannya memerintahkan dia untuk memberi Khadija kabar2 sukacita agar dia dapat tempat di surga, terbuat dari Qasab dan karena dia (Nabi) dulu sering menyembelih seekor domba dan mem-bagi2kannya diantara kawan2 Khadija&lt;/span&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khadija meninggal dunia di bulan Desember, 619 AD. Ini adalah dua tahun sebelum Hijra. Pada saat itu sang Nabi berusia 51 tahun. Jadi di tahun yang sama waktu Khadija meninggal, sang Nabi menikahi Aisha dan membawanya ke rumahnya tiga tahun kemudian, yakni setahun setelah Hijra. Tapi selama menunggu Aisha, sang Nabi menikahi Umm Salama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang beberapa orang mungkin tetap ngotot mengatakan bahwa hadis2 ini bohong semua. Orang2 boleh bebas percaya apapun yang mereka inginkan. Tapi kebenaran ini tampak nyata seterang matahari bagi mereka yang punya mata.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah, untuk apa pengikut Muhamad yang banyak itu mau menyusun begitu banyak hadis2 palsu tentang usia Aisha? Malah sebenarnya hadis2 itu saling menegaskan isinya satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mengarang cerita mukjizat palsu ttg Muhamad, orang masih bisa mengerti. Jemaat Bab percaya bahwa Bab mulai menyembah Tuhan begitu ia lahir. Ada sebuah hadis seperti itu pula tentang Muhamad. Orang2 Kristen percaya bahwa kelahiran Kristus merupakan suatu mukjizat dan kaum Yahudi percaya Musa membelah Laut Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang2 penganut agama (apapun) suka mendengar cerita2 seperti ini. Ini menegaskan kepercayaan mereka. Ada banyak mukjizat2 yang tidak masuk akal yang berkenaan dengan Muhamad di hadis2, meskipun Muhamad sendiri menyangkalnya. Tapi kenapa orang akan&lt;br /&gt;mengarang2 tentang usia Aisha yang nantinya akan menunjukkan Nabinya sbg seorang fedofilia?&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-7767985949313206112?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/7767985949313206112/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=7767985949313206112' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/7767985949313206112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/7767985949313206112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/nabi-muhammad-ternyata-seorang.html' title='NABI MUHAMMAD TERNYATA SEORANG PEDOPHILIA'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-5532776306362963414</id><published>2008-07-02T01:52:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T01:56:41.700-07:00</updated><title type='text'>POLIGAMI...</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;POLIGAMI POTRET EGOISME SEORANG NABI BERNAMA HAJI MUHAMMAD SAW!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Surah al-Nisa ayat 30 (maksudnya) : ”Jika kamu takut tidak berlaku adil maka hanya seorang isteri” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poligami adalah untuk kaum lelaki muslim. Bahwa lelaki muslim dibenarkan menikahi lebih dari 1 wanita untuk dijadikan istri tetapi tidak lebih dari 4. Kita semua tahu, berapa jumlah si HAJI MUHAMMAD SAW !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERIKUT SEJARAH ADANYA POLIGAMI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada masa Arab pra-Islam mengenal institusi pernikahan tak beradab (nikâh al-jâhili) di mana lelaki dan perempuan mempraktikkan poliandri dan poligami. Contoh – contoh pernikahan yang masuk kategori NIKAH AL JAHILI adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, pernikahan sehari, yaitu pernikahan hanya berlangsung sehari saja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pernikahan istibdâ’ yaitu suami menyuruh istri digauli lelaki lain dan suaminya tidak akan menyentuhnya sehingga jelas apakah istrinya hamil oleh lelaki itu atau tidak. Jika hamil oleh lelaki itu, maka jika lelaki itu bila suka boleh menikahinya. Jika tidak, perempuan itu kembali lagi kepada suaminya. Pernikahan ini dilakukan hanya untuk mendapat keturunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pernikahan poliandri jenis pertama, yaitu perempuan mempunyai suami lebih dari satu (antara dua hingga sembilan orang). Setelah hamil, istri akan menentukan siapa suami dan bapak anak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pernikahan poliandri jenis kedua, yaitu semua lelaki boleh menggauli seorang wanita berapa pun jumlah lelaki itu. Setelah hamil, lelaki yang pernah menggaulinya berkumpul dan si anak ditaruh di sebuah tempat lalu akan berjalan mengarah ke salah seorang di antara mereka, dan itulah bapaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima pernikahan-warisan, artinya anak lelaki mendapat warisan dari bapaknya yaitu menikahi ibu kandungnya sendiri setelah bapaknya meninggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, pernikahan-paceklik, suami menyuruh istrinya untuk menikah lagi dengan orang kaya agar mendapat uang dan makanan. Pernikahan ini dilakukan karena kemiskinan yang membelenggu, setelah kaya perempuan itu pulang ke suaminya. Ketujuh, pernikahan-tukar guling, yaitu suami-istri mengadakan saling tukar pasangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik pernikahan Arab pra-Islam ini ada yang berlangsung hingga masa Nabi, bahkan hingga masa Khulafâ al-Rashidîn. Poligami yang termaktub dalam QS.4:3 adalah sisa praktik pernikahan jahiliah sebagaimana disebutkan di atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut AN NISSA 4: &lt;br /&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil [265], maka (kawinilah) seorang saja [266], atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan ayat diatas : &lt;br /&gt;Pertama, anggaplah semacam memberi kesempatan untuk poligami. Kedua, peringatan atau warning agar belaku adil: fain khiftum allâ ta‘dilû fawâhidah (kalau engkau sangsi tidak dapat berlaku adil, satu sajalah!.&lt;br /&gt;Ketiga, ada ayat yang mengatakan, walan tashtatî’û ‘an ta’dilî bainan nisâ’ wain harashtum. Artinya, kamu sekalian (wahai kaum laki-laki!) tidak akan bisa berbuat adil antara isteri-isterimu, sekalipun engkau berusaha keras. Ini artinya, kalau kita melakukan komparasi atas berbagai ayat, kesimpulannya adalah satu ayat membolehkan poligami, sementara dua ayat justru (seakan-akan) menafikan terwujudnya syarat pokok berpoligami: masalah keadilan. Intinya, dua ayat justru mengekang poligami. Kalau kita menggunakan proporsi seperti tadi, akan dihasilkan perbandingan dua ayat banding satu. Dan ingat, satu-satunya ayat yang seakan membolehkan poligami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ALASAN DIBOLEHKANNYA POLIGAMI PADA ZAMAN HAJI MUHAMMAD SAW : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;(1)Saat itu jumlah laki-laki lebih sedikit dibandingkan perempuan akibat perang [artinya, poligami DIHARAPKAN bisa menambah jumlah LELAKI]&lt;br /&gt;(2)Untuk mempercepat penyebaran Islam karena diharapkan dengan menikahi seorang perempuan maka seluruh keluarganya pun memeluk Islam [artinya, poligami DIHARAPKAN mampu menjadi ALAT penyebaran Islam]&lt;br /&gt;(3) Mencegah munculnya konflik antar suku [artinya POLIGAMI diharapkan mampu mendamaikan peperangan] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEKARANG MASUK KE TAHAP : POLIGAMINYA HAJI MUHAMMAD SAW :&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Bahwa yang tertulis dalam surat ANNISA : 3 TIDAK BERLAKU bagi haji muhammad saw. Karena sebagai nabi dan atau rasul nya Islam, si haji muhammad saw diyakini memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;khushusiyyat&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;, atau spesifikasi yang dimiliki Nabi yang tidak dimiliki dan tidak boleh dituruti orang lain, termasuk masalah POLIGAMI juga! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat yah !!! si nabi ini istimewa!! Jadi dia bisa poligami karena dia dianggap bisa adil!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 18px; line-height: normal;"&gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;SEKARANG : LIHAT SIKAP SI HAJI MUHAMMAD SAW KETIKA ANAK NYA AKAN DIPOLIGAMI !! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad marah besar ketika mendengar Fatimah, akan dipoligami Ali bin Abi Thalib. Perhatikan kalimat si muhammad : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“inni la adzan, (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;saya tidak akan izinkan&lt;/span&gt;), tsumma la adzan (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sama sekali, saya tidak akan izinkan&lt;/span&gt;), tsumma la adzan illa an ahabba ‘ibn Abi Thalib an yuthalliq ‘ibnati, (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;sama sekali, saya tidak akan izinkan, kecuali bila anak Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku dahulu&lt;/span&gt;)“ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fathimah bidh‘atun minni, yuribunima ‘arabaha wa yu’dzini ma ‘adzaha, &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;Fatimah adalah bagian dari diriku; apa yang meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; (Jami’ al-Ushul, juz XII, 162, nomor hadis: 9026) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 18px; line-height: normal;"&gt;Jadi ... kalau si muhammad saw itu bisa mengatakan SAKIT anaknya dipoligami. Mengapa dia melakukan poligami ???? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu adil? Apa itu bukan egois ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;POLIGAMI DI NEGARA “ISLAM” INDONESIA&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Mengenai poligami diatur dalam UU RI Nomor 1 Tahun 1974 tentang perkawinan yang menerangkan kebolehan poligami selama mengantongi ijin dari istri sebelumnya serta UU RI No. 7/1989 pasal 49 yang menugasi pengadilan Agama untuk menangani poligami!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya adalah : &lt;br /&gt;Berapa kasus poligami yang istri pertama tahu dibandingkan dengan istri pertama tidak tahu? &lt;br /&gt;Sementara kyai besar si A'A GYM saja masih sempat dimedia menyatakan “TIDAK” ketika dikonfirmasi mengenai poligami. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah TOKOH ISLAM yang menentang masalah poligami adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TAHA HUSSEIN&lt;/span&gt; menyatakan dalam bukunya FI SYI'R AL-JAHILI pada tahun 1920-an. Dia menyatakan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;AL-QUR'AN CERMIN BUDAYA MASYARAKAT ARAB JAHILLIYAH&lt;/span&gt;,&lt;/span&gt; dan akhibatnya dia dipecat sebagai DOSEN UNIVERSTITAS KAIRO. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[garis besar tentang buku judul diatas adalah : Betapa si tuhan islam tidak pernah memikirkan DAMPAK PSIKOLOGIS bagi ANAK yang bapak nya poligami, dan dampak psikologis seorang istri yang dipoligami. tetapi karena menentang apa yang ada di AL QURAN dan HADIST tetap saja dipecat!!!]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah tentang poligami. &lt;br /&gt;Bagi saudara muslim... &lt;br /&gt;katakan kepada saya, jika saya dianggap salah karena menyatakan POLIGAMI CERMIN EGOISME SEORANG MUHAMMAD SAW!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si haji muhammad saw diyakini memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;khushusiyyat&lt;/span&gt;, atau spesifikasi yang dimiliki Nabi yang tidak dimiliki dan tidak boleh dituruti orang lain, &lt;&lt;&lt;&lt; dan dia gunakan spesifikasinya untuk menikahi anak dibawah umur !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIA MEMANG SPESIAL PEDHOPIL (&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;PEDOFIL KHUSHUSIYYAT&lt;/span&gt;)!!!  &lt;img alt="Wink" src="http://www.ninjacloak.com/index.php/1010110A/7c1e2f084fb9155c2e008369df66813b8ba6c6636e69c8f33045b5d8067f3ff3fd6038e53e9c097a78b179ec7fe39242d46c84b3edcaff34fa048328c1196e56d06206da9515732" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-5532776306362963414?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/5532776306362963414/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=5532776306362963414' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/5532776306362963414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/5532776306362963414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/poligami.html' title='POLIGAMI...'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-640798775544997012</id><published>2008-07-02T01:37:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T01:43:35.597-07:00</updated><title type='text'>SIAPA SAJAKAH 73 ALIRAN DALAM ISLAM ITU?</title><content type='html'>&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt; berikut ini adalah ke 73 aliran dalam Islam. Ironisnya sampai detik ini, para ulama masih belum yakin aliran manakah yang paling benar. Semua aliran memandang alirannya sendirilah yang paling benar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;    bahkan tidak jarang terjadi penindasan antara aliran satu dengan aliran yang lain. bahkan ada beberapa aliran yang tega mengatakan bahwa lairan lain tersebut sudah kafir. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;    Artikel dibawah ini menyebutkan siapa saja ke73 aliran tersebut (maaf, masih dalam bahasa Inggris)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;span class="postbody"&gt; According to Abdullah bin Amarra, he relates that the Holy Prophet (SA) said &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Surely things will happen to my people as happened earlier to Israelites, they will resemble each other like one shoe in a pair resembles the other to the extent that if anyone among the Israelites has openly committed adultery to his mother there will be some who will do this in my Ummah as well, verily the Israelites were divided into 72 sects but my people will be divided into &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;73 sects, all of them will be in the fire except one&lt;/span&gt;.’ The companions asked. ‘Who are they O Messenger of Allah,’ Holy Prophet (pbuh) said. `They are those who will be like me and my companions.’ (Tirmidhi - Kitabul Eeman)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FYI-The one sect he was talking about is the Sunni sect. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The 73 sects are: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1-Sunni &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They’re the ones who follow the traditions and habits of the prophet. It is the biggest sect in Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Shia &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;They’re the second biggest sect in Islam, but they believe that the Prophet, peace be upon him, designated Ali as his successor(sunnis believe that the Prophet died without designating a successor), they believe in temporary marriage, they do not follow the traditions of the Prophet, and they make small cuts on their foreheads every 3ashoora&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Butriyah: &lt;br /&gt;They did not dispute the Khilafat of Uthman (ra), neither they attack him nor Hurariyah praise him. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Yaqubiyya: &lt;br /&gt;They accepted the Khilafat of Abu Bakr (ra) and Umar (ra), but did not reject those who rejected these Khulifaa. They also believed that Muslim commiters of Major sins will be in hell forever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hanafiyah: &lt;br /&gt;Followers of the Imammate of Muhammad ibn-al-Hanifah. They believe that Allah might have had a beginning. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Karibiyah: &lt;br /&gt;They believed that Imam Muhammad ibn-al-Hanifah is not dead and is the Imam Ghaib (in disappearance) and the expected Mahdi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Kamiliyah: &lt;br /&gt;Followers of Abu-Kamil. They believed companions to be heretic because they forsook their allegiance to Ali (ra) and condemn Ali (ra) for ceasing to fight them. They believed in the returning of the dead before the Day of Resurrection and that Satan is right in preferring fire to clay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Muhammadiyyah: &lt;br /&gt;Followers of Muhammad ibn-Abdullah ibn-al-Hassan. They do not believe/Mughairiyah that Imam Muhammad ibn-Abdullah died and that he is the Imam Ghaib and awaited Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Baqiriyah: &lt;br /&gt;Followers of Muhammad ibn-Ali al-Baqir. They believe him to be the Imam Ghaib and expected Mahdi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Nadisiyah: &lt;br /&gt;They believe that those who consider themselves better than anyone else are Kafirs (disbelievers). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Sha’iyah: &lt;br /&gt;They believe that the one who has recited La Ilaha Il-Allah (there is none worthy of worship except Allah), whatever she or he does, will never be punished.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Ammaliyah: &lt;br /&gt;They believe that faith for one is what he/she sincerely practices. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Ismailiyah: &lt;br /&gt;They believe in the continuity of Imammate among the descendants of Ismail ibn-Ja’far. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Musawiyah: &lt;br /&gt;They believe Musa ibn-Ja’far to be the Imam Ghaib and expected Mahdi / Mamturah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Mubarakiyah: &lt;br /&gt;They believe in the continuity of Imammate among the descendants of Muhammad ibn-Ismail ibn-Ja’far. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Kathiyah: &lt;br /&gt;They believe that expected Mehdi will be twelveth Imam among the /Ithn Áshariya descendants of the Áli ibn-abi-Talib. (The Twelvers).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Hashamiya: &lt;br /&gt;They Predicate a body to Allah and also allege Prophet (pbuh) of disobedience/ Taraqibiyah to Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Zarariyah: &lt;br /&gt;They believe that Allah did not live nor had any attributes till He created for Himself life and His attributes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Younasiyah: &lt;br /&gt;Followers of Younas ibn-Ábd-al-Rahman al-Kummi. They believe that Allah is borne by the bearers of His Throne, though He is stronger than they are.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Shaitaniyah/Shireekiyah: &lt;br /&gt;They believed in the view that deeds of servants of Allah are substances; and a servant of Allah can really produce a substance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Azraqaih: &lt;br /&gt;Followers of Nafi ibn-al-Azraq. They do not believe in the good dreams and visions and claim that all forms of revelations have ended.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Najadat: &lt;br /&gt;Followers of Najdah ibn-Ámir al-Hanafi. They abolished the punishment of drinking wine also they believed that sinners of this sect would not be treated in hellfire but some other place before allowed in Paradise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Sufriyah: &lt;br /&gt;Followers of Ziyad ibn-al-Asfar. They believed that sinners are in fact polytheists. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Ajaridah: &lt;br /&gt;Followers of Abd-al-Karim ibn-Ajrad. They believed that a child should be called to Islam after it has attained maturity. Also they believed booty of war to be unlawful till the owner is killed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Khazimiyah: &lt;br /&gt;They believe Allah loves men of all faiths even if one has been a disbeliever most of his life. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Shuaibiyah/Hujjatiyah: &lt;br /&gt;They believed that what Allah desires does happen no matter what and what does not happen it means Allah desires it not. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Khalafiyah: &lt;br /&gt;Followers of Khalaf. They do not believe in fighting except under the leadership of an Imam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Ma’lumiyah/Majhuliah: &lt;br /&gt;They believed that whoever did not recognise Allah by His names was ignorant of Him and anyone ignorant of Him was a disbeliever.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Saltiyah: &lt;br /&gt;Followers of Salt ibn-Usman. They believed in the conversion of adults only and if father has converted to Islam children were considered disbelievers till they reach maturity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Hamziyah: &lt;br /&gt;Followers of Hamza ibn-Akrak. They believe that children of polytheists are condemned to hell. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Tha’libiyah: &lt;br /&gt;Followers of Tha’labah ibn-Mashkan. They believe that parents remain guardians over their children of any age until children make it clear to parents that they are turning away from truth.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Ma’badiyah: &lt;br /&gt;They did not believe in taking or giving alms from or to slaves. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Akhnasiyah: &lt;br /&gt;They do not believe in waging a war except in defence or when the opponent is known personally. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Shaibaniyah/Mashbiyah: &lt;br /&gt;Followers of Shaiban ibn-Salamah al-Khariji. They believe that Allah resembles His creatures. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. Rashidiyah: &lt;br /&gt;They believe that land watered by springs, canals or flowing rivers should pay half the Zakat (tithe), while land watered by rain only should pay he full Zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. Mukarramiyah/tehmiyah: &lt;br /&gt;Followers of abu-Mukarram. They believe that ignorance constitutes as disbelief. Also that Allah enmity or friendship depends upon the state of a persons’ belief at his death.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. Abadiyah/Afáliyah: &lt;br /&gt;They consider Abdullah ibn-Ibad as their Imam. They believe in doing good deeds without the intention of pleasing Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. Hafsiyah: &lt;br /&gt;Consider Hafs ibn-abi-l-mikdam as their Imam. They believe that only knowing Allah frees one from polytheism. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. Harithiya: &lt;br /&gt;Followers of Harith ibn-Mazid al-Ibadi. They believe that the ability precedes the deeds. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. Ashab Ta’áh: &lt;br /&gt;They believe that Allah can send a prophet without giving him any sign to prove his prophecy. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. Shabibiyah/Salihiyah: &lt;br /&gt;Followers of Shabib ibn-Yazid al-Shaibani. They believe in the Imamate of a woman named Ghazalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Wasiliyah: &lt;br /&gt;Followers of Wasil ibn-’Ata al-Ghazza. They believe that does who commit major sins will be punished in hell but still remain believers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Ámriyah: &lt;br /&gt;Followers of Amir ibn-Ubaid ibn-Bab. They reject the legal testimony of people from supporters of either side of the battle of Camel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Hudhailiyah/Faniya: &lt;br /&gt;Followers of abu-al-Hudhail Muhammad ibn-al-Hudhail. They believe that both Hell and Paradise will perish and that preordination of Allah can cease, at which time Allah will no longer be omnipotent.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. Nazzamiyah: &lt;br /&gt;Followers of abu-Ishaq Ibrahim ibn-Saiyar. They do not believe in the miraculous nature of the Holy Quran nor do they believe in the miracles of the Holy Prophet (pbuh) like splitting the moon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. Mu’ammariyah: &lt;br /&gt;They believe that Allah neither creates life nor death but it is an act of the nature of living body. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. Bashriyah: &lt;br /&gt;Followers of Bashr ibn-al-Mu’tamir. They believe that Allah may forgive a man his sins and may change His mind about this forgiveness and punish him if he is disobedient again.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. Hishamiyah: &lt;br /&gt;Followers of Hisham ibn-ämr al-Futi. They believe that if a Muslim community come to consensus it needs an Imam and if it rebels and kills its Imam, no one should be chosen an Imam during a rebellion.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. Murdariyah: &lt;br /&gt;Followers of Isa ibn-Sabih. They believe that staying in close communication with the Sultan (ruler) makes one unbeliever. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. Ja’friyah: &lt;br /&gt;Followers of Ja’far ibn-Harb and Ja’far ibn-Mubashshir. They believe that drinking raw wine is not punishable and that punishment of hell could be inferred by a mental process.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. Iskafiyah: &lt;br /&gt;Followers of Muhammad ibn-Abdallah al-Iskafi. They believe that Allah has power to oppress children and madman but not those who have their full senses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. Thamamiyah: &lt;br /&gt;Followers of Thamamah ibn-Ashras al-Numairi. They believe that he whom Allah does not compel to know Him, is not compelled to know and is classed with animals who are not responsible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. Jahiziayh: &lt;br /&gt;Followers of ‘Ámr ibn-Bahr al-Jahiz. They believe that Allah is able to create a thing but unable to annihilate it. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. Shahhamiyah/Sifatiyah: &lt;br /&gt;Followers of abu-Yaqub al-Shahham. They believe that everything determined is determined by two determiners, one the creator and the other acquirer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. Khaiyatiyah/Makhluqiyah: &lt;br /&gt;Followers of abu-al-Husain al-Khaiyat. They believe that everything non-existent is a body before it appears, like man before it is born is a body in non-existence. Also that every attribute becomes existent when it makes its appearance.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. Ka’biyah: &lt;br /&gt;Followers of abu-qasim Abdullah ibn-Ahmed ibn-Mahmud al-Banahi known as al-Ka’bi. They believe that Allah does not see Himself nor anyone else except in the sense that He knows himself and others.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. Jubbaiyah: &lt;br /&gt;Followers of abu-’Ali al-Jubbai. They believe that Allah obeys His servants when he fulfils their wish. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. Bahshamiyah: &lt;br /&gt;Followers of abu-Hashim. They believe that one, who desires to do a bad deed, though may not do it, commit infidelity and deserve punishment.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. Ibriyah: &lt;br /&gt;They believe that Holy Prophet (pbuh) was a wise man but not a prophet. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60. Zanadiqiyah: &lt;br /&gt;They believe that the incident Miraj was a vision of the Holy prophet (pbuh) and that we can see Allah in this world. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61. Qabariyya: &lt;br /&gt;They do not believe in the punishment of grave. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62. Hujjatiya: &lt;br /&gt;They do not believe in the punishment for deeds on the grounds. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. Fikriyya: &lt;br /&gt;They believe that doing Dhikr and Fikr (Remembering and thinking about Allah) is better than worship. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64. ‘Aliviyah/Ajariyah: &lt;br /&gt;They believe that Hazrat Ali shared Prophethood with Mohammad (pbuh) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65. Tanasikhiya: &lt;br /&gt;They believe in the re-incarnation of soul. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66. Rajiýah: &lt;br /&gt;They believe that Hazrat Ali ibn-abi-Talib will return to this world. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67. Ahadiyah: &lt;br /&gt;They believe in the Fardh (obligations) in faith but deny the Sunnah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68. Radeediyah: &lt;br /&gt;They believe that this world will live forever. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. Satbiriyah: &lt;br /&gt;They do not believe in the acceptance of repentance. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70. Lafziyah: &lt;br /&gt;They believe that Quran is not the word of God but only its meaning and essence is the word of God. Words of Quran are just the words of the narrator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71. Ashariyah: &lt;br /&gt;They believe that Qiyas (taking a guess) is wrong and amounts to disbelief. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72. Bada’iyah: &lt;br /&gt;They believe that obedience to Ameer is obligatory no matter what he commands. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ahmadiyyah&lt;/span&gt;: &lt;br /&gt;The followers of Hazrat Mirza Ghulam Ahmed of Qadian (as). (1835 to 1908) &lt;br /&gt;They believe that he is THE PROMISED MESSIAH and IMAM MEHDI. &lt;br /&gt;They believe in the FINALITY OF PROPHETHOOD OF THE HOLY PROPHET (pbuh) and that he was the SEAL of the all the Prophets. &lt;br /&gt;They believe that the Jesus Christ was NOT CRUCIFIED but DIED a natural death. &lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-640798775544997012?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/640798775544997012/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=640798775544997012' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/640798775544997012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/640798775544997012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/siapa-sajakah-73-aliran-dalam-islam-itu.html' title='SIAPA SAJAKAH 73 ALIRAN DALAM ISLAM ITU?'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-3999395343167756164</id><published>2008-07-02T01:26:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T01:34:03.901-07:00</updated><title type='text'>AYAT AYAT TAQQIYA</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 255);"&gt; Quran 40:28: "Sesungguhnya Allah tidak menuntun seorangpun yg melanggar dan membohong."  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dlm Hadis, Mohamad dikutip sbg mengatakan, "Jujurlah kalian karena kejujuran membawa kebaikan dan kebaikan mengantar ke surga. Hati2 dgn kepalsuan karena ni mengantar kpd ketidakmoralan dan ketidakmoralan mengantar ke Neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hanya ini yg akan dikatakan Muslim kpd NON-MUSLIM. Selebihnya mereka sembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku "The spirit of Islam," oleh pakar Muslim, Afif A. Tabbarah ditulis utk mem-promosikan Islam. Tapi lihat hal 247  "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berbohong tidak selalu buruk; ada kalanya dimana berbohong lebih bermanfaat dan lebih baik bagi kesejahteraan umum dan penyelesaian perkara. Menurut Nabi: 'Ia bukan orang curang (lewat berbohong) kalau menyelesaikan perkara, mendukung hal2 yang benar atau mengatakan apa yang benar." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari duplisitas dlm Islam ini, kami akan menguji beberapa contoh dari sejarah Islam. Ini akan menunjukkan bahwa berbohong memang KEBIJAKAN UMUM para imam dan tokoh negara (muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juni 1967, MESIR dikalahkan Israel dan kehilangan Sinai Peninsula dalam Perang Enam Hari. Tujuan utama Presiden Nasser oleh karena itu adlah merebut kembali wilayah yg hilang itu. Pres Sadatpun menerapkan motto: "No voice should rise over the voice of The Battle."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara yg direkrut th 1967 memperkirakan bahwa setiap saat "perang akan dmulai lagi". Namun, tahun demi tahun lewat dan masy Mesir semakin sebal dgn pernyataan2 jagoan pemimpin politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Th 1972 Sadat bersumpah dgn pasti bahwa tahun inilah adalah tahun perang yang sudah lama dinanti2. Selama tahun itu ia berkali2 bersumpah, "Saya bersumpah demi kehormatan saya bahwa tahun ini tidak akan lewat tanpa kita melancarkan perang." Satu tahun mereka terus menunggu ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang percaya padanya karena ia mempertaruhkan reputasi dan kehormatannya lewat sebuah sumpah. Tapi tahun itupun berlalu tanpa adanya satu tembakanpun. Akibatnya, orang2 diluar dan didalam Mesir mengoloknya sbg tong kosong. Tapi Oktober 1973 ia tiba2 melancarkan serangan yg kemudian dikenal sbg perang Yom Kippur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sbg panglima militer, Sadat diperkirakan menggunakan elemen ‘surprise’ utk mengelabui musuh. Sbg Muslim tulen, Sadat tidak sedikitpun khawatir dgn janjinya yg agak melenceng itu. Ia mengerti bahwa sejarah dan ajaran Islam akan mengecualikannya dari tanggung jawab di akhirat nanti kalau ia menggunakan kebohongan sbg maneuver strategis militer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inipun juga dibuktikan oleh Muhamad sendiri. Ia sering membohong dan memerintahkan pengikutnya utk melakukan yg sama. Alasannya adalah prospek sukses dlm missi menyebarkan Islam akan membatalkan larangan berbohong dari Allah. Sebuah contoh baik adalah pembunuhan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kaab Ibn al-Ashrf&lt;/span&gt;, penyair Yahudi dari suku Banu Nadir.&lt;br /&gt;Dilaporkan bahwa Kaab menunjukkan dukungan bagi Quraish dalam perang mereka melawan Muhamad. Juga, Kaab dituduh menulis sajak2 menggiurkan ttg wanita Muslim. Ini membuat Muhamad marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apa yg dilakukan Muhamad ? IA MEMINTA SUKARELAWAN UTK MENGHABISI Kaab Ibn al-Ashraf. Spt dikatakannya sendiri, Kaab telah "Melukai Allah dan rasulNya." Pada saat itu Kaab Ibn al-Ashraf, dan sukunya masih kuat, jadi tidak mudah bagi orang asing utk menyusup dan membunuhnya. Seorang Muslim bernama Ibn Muslima, bersedia utk melakukan tugas ini dgn syarat Muhamad mengijinkannya utk berbohong. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dgn ijin Muhamad&lt;/span&gt;, Ibn Muslima, menemui Kaab dan berbohong padanya dgn mengaku tidak senang kpd Muhamad. Saat ia mendapatkan kepercayaan Kaab, suatu malam ia membujuknya agar keluar rumah dan membunuhnya di sebuah tempat terkucil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini mirip dgn cerita pembunuhan &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Shaaban Ibn Khalid al-Hazly&lt;/span&gt;. Dikatakan bahwa Shaaban mengumpulkan tentara utk memerangi Muhamad. Muhamad membalas dgn memerintahkan Abdullah Ibn Anis utk membunuh Shaaban. Lagi2, calon pembunuh itu meminta ijin Muhamad agar dapat berbohong. Muhamad setuju dan lalu memerintahkan agar sang calon pembunuh berbohong dan mengaku dari suku Khazaa. Ketika Shaaban melihat datangnya Abdullah, ia bertanya asal kesukuannya. Abdullah menjawab, "Dari Khazaa." Ia lalu menambahkan, "saya dengar kau sedang mengumpulkan tentara utk memerangi Muhamad dan saya datang utk bergabung dgn mu." Abdullah mulai berjalan dgn Shaaban dan bercerita kpdnya bgm Muhamad datang kpd mereka dgn ajaran palsunya dan mengeluh bahwa Muhamad bergosip ttg para patriarch Arab dan menghancurkan harapan2 Arab. Mereka akhirnya sampai di tenda Shaaban. Saahbat2 Shaaban meninggalkannya dan Shaaban mengundang Abdullah utk masuk dan beristirahat dgnnya. Abdullah duduk disana sampai Shaaban tertidur. Apa yg dilakukannya kemudian ? &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ia memenggal kepalanya dan membawanya ke Muhamad sbg trophy. Saat Muhamad melihat Abdullah, ia berteriak dgn girang, "Wajahmu penuh kemenangan (Aflaha al- wajho)."&lt;/span&gt; Abdullah membalas salam itu dgn mengatakan, "Wajahmu-lah, Rasulullah yang penuh kemenangan (Aflaha wajhoka, ye rasoul Allah)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SYARAT BERBOHONG DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini syarat2nya g kebanyakan Muslim cukup mengenalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang adalah bentuk penipuan (War is deception.)&lt;br /&gt;Tujuan meghalalkan  hal2 yg dilarang&lt;br /&gt;Jika dihadapkan pada 2 kejahatan, pilih yg kurang jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah ayat2 yg dijadikan dasar membohong:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; "&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Allah tidak akan mempertanyakanmu ttg  apa yg tidak dapat kau penuhi dalam sumpahmu.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; … " Surah 5:89  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; "Allah tidak akan mempertanyakanmu kalau kau tidak memikirkan matang2 sumpahmu (for thoughtlessness (vain) in your oaths), tetapi bagi kemauan dalam hatimu; dan IA &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; Maha pengampun …" Surah 2:225  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; "Siapapun yg setelah menerima Allah mengucapkan murtad, kecuali dibawah paksaan, hatinya tetap kuat dlm Iman – tetapi kalau mereka membuka hati mereka bagi Murtad, kemarahan Allah ada pada mereka …" Surah 16: 106 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Al-Tabary menjelaskan Surah 16:106 sbg surah yg diturunkan kpd Muhamad setelah ia tahu bahwa Ammar Ibn Yasser dipaksa utk menolak Islam ketika ia diculik oleh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Banu Moghera. Muhamad menenangkan Ammar dgn mengatakan "Jika mereka berbalik, kau ikut berbalik." (Artinya: jika mereka menculikmu kembali, kau boleh menolak saya kembali.)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Ini menunjukkan bahwa kebohongan yg tidak direncanakan bisa diampuni dan bahkan kebohongan yg direncanakanpun bisa ditebus dgn melakukan beberapa hal, spt puasa. Jelas juga, bahwa jika terpaksa Muslim bisa mengambil sumpah (contoh; sumpah kesetiaan kpd Negara lain) dan bahkan berbohong dgn Allah, selama mereka tetap percaya didalam hati mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Dlm Hadis, Muhamad mengeaskan konsep ini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; Dari "Ehiaa Oloum al-Din," oleh al-Ghazali, Vol. 3: PP.284-287:  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; Salah seorang puteri Muhamad, Umm Kalthoum, mengatakan bahwa ia tidak pernah mendengar rasulullah mensahkan kebohongan kecuali dlm 3 situasi: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; Rekonsiliasi antara pihak2 yg bersengketa  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; Dlm Perang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; Diantara suami isteri,utk menjaga kerukunan RT &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Hadis mengutip Muhamad sbg mengatakan: "Para putera Adam bertanggung jawab ata skebohongan kecuali yg diucapkan utk mendamaikan Muslim." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; Hadis lain lagi menyebut, "Aba Kahl, damaikan orang2."(artinya: bahkan lewat kebohongan)  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt; Bgm dgn yg satu ini "Para putera Adam bertanggung jawab atas semua kebohongan kecuali : selama perang, karena perang adalah penipuan, utk mendamaikan 2 lelaki yg cekcok dan bagi lelaki utk menenangkan isterinya." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-3999395343167756164?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/3999395343167756164/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=3999395343167756164' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/3999395343167756164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/3999395343167756164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/ayat-ayat-taqqiya.html' title='AYAT AYAT TAQQIYA'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-5222643777782397116</id><published>2008-07-02T01:15:00.000-07:00</published><updated>2008-07-02T01:22:44.862-07:00</updated><title type='text'>PRINSIP AL TAQQIYA</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Prinsip Al-Taqgiya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata "Taqqiya", berate "menghindari," atau menjaga dari. Prinsip ini mengajarkna bwha Muslim diijinkan utk berbohong utk menghindari luka2, kerugian terhdp dirinya atau sesama Muslim. Prinsip ini memberi kebebasan bagi Muslim utk berbohong dlm keadaan yg mereka anggap mengancam nyawa. Mereka dapat menolak agama mereka, selama mereka dalam hati tetap beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Taqqiya didasarkan pada ayat ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; "Janganlah orang beriman mengambil sbg teman dan pembantu para kafir ketimbang sesama orang beriman: jika kalian melakukannya, Allah tidak akan memberikanmu bantuan: kecuali dlm hal pencegahan, agar kau dapat melindungi dirimu dari mereka. Tapi Allah memperingatimu agar hanya mengingatNya; karena tujuan utama adalah bagi Allah." Surah 3: 28 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Muslim boleh berpura2 baik2 dgn Kafir dan berpura2 sbg kafir utk menghindari kerugian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan konsep taqqiya, adalah sah bagi Muslim utk berlaku bertentangan dgn agama mereka, misalnya: &lt;br /&gt;Meminum anggur, melupakan sholat dan puasa selama Ramadan. &lt;br /&gt;Menyatakan ketidakpercayaan kpd Allah. &lt;br /&gt;Bersujud kpd dewa selain Allah. &lt;br /&gt;Mengucapkan sumpah setia. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-5222643777782397116?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/5222643777782397116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=5222643777782397116' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/5222643777782397116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/5222643777782397116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/prinsip-al-taqqiya.html' title='PRINSIP AL TAQQIYA'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-3477337049051246142</id><published>2008-07-01T01:12:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T01:15:59.050-07:00</updated><title type='text'>SELAYANG PANDANG TENTANG SYIAH</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 102, 255);"&gt;SELAYANG PANDANG SEJARAH ROFIDHOH / SYIAH &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; Di bawah ini adalah ringkasan sejarah kelompok rofidhoh, kangker yang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; menggerogoti umat islam, akan kita bahas peristiwa penting dalam &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; sejarah mereka dengan menyebutkan peristiwa yang secara langsung &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0);"&gt; berkaitan dengan mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14 H. Peristiwa yang terjadi pada tahun 14 H inilah pokok dan asas dari&lt;br /&gt;kebencian kaum rofidhoh terhadap Islam dan kaum muslimin, karena&lt;br /&gt;pada tahun ini meletus perang Qodisiyyah yang berakibat takluknya&lt;br /&gt;kerajaan Persia majusi, nenek moyang kaum rofidhoh. Pada saat itu kaum&lt;br /&gt;muslimin di bawah kepemimpinan Umar bin Khottob Radhiyallahu Anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16 H. Kaum muslimin berhasil menaklukkan ibukota kekaisaran Persia,&lt;br /&gt;Mada’in. Dengan ini hancurlah kerajaan Persia. Kejadiaan ini masih&lt;br /&gt;disesali oleh kamum rafidhoh hingga saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 H. Abu Lu’lu’ah Al Majusi yang dijuluki Baba Alauddin oleh kaum&lt;br /&gt;rofidhoh membunuh Umar bin Khottob Radhiyalahu Anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34 H. Munculnya Abdullah bin Saba’, si yahudi dari yaman yang dijuluki&lt;br /&gt;Ibnu Sauda’ berpura-pura masuk Islam, tapi menyembunyikan kekafiran&lt;br /&gt;dalam hatinya. Dia menggalang kekuatan dan melancarkan provokasi&lt;br /&gt;melawan khalifah ketiga Utsman bin Affan Radhiyalahu Anhu hingga&lt;br /&gt;dibunuh oleh para pemberontak karena fitnah yang dilancarkan oleh Ibnu&lt;br /&gt;Sauda’ (Abdullah Bin Saba’) pada tahun 35 H. Keyakinan yang diserukan&lt;br /&gt;oleh Abdullah Bin Saba’ berasal dari akar yahudi nasrani dan majusi yaitu&lt;br /&gt;menuhankan Ali bin Abi Tolib Radhiyalahu Anhu, wasiat, roj’ah, wilayah,&lt;br /&gt;keimamahan , bada’ dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36 H. Malam sebelum terjadinya perang jamal kedua belah pihak telah&lt;br /&gt;bersepakat untuk berdamai. Mereka bermalam dengan sebaik-baik malam&lt;br /&gt;sementara Abdullah bin saba’ dengan konco-konconya bermalam dengan&lt;br /&gt;penuh kedongkolan. Lalu dia membuat provokasi kepada kedua belah&lt;br /&gt;pihak hingga terjadilah fitnah seperti yang diinginkan oleh Ibnu Saba’.&lt;br /&gt;Pada masa kekhilafahan Ali bin Abi Tolib kelompok Abdullah Bin Saba’&lt;br /&gt;datang kepada Ali bin Abi Tolib Radhiyalahu Anhu seraya berkata “Kamulah, kamulah !!” Ali bin Abi Tolib menjawab: ”Siapakah saya?” kata&lt;br /&gt;mereka “Kamulah sang pencipta !!” lalu Ali bin Abi Tolib menyuruh mereka&lt;br /&gt;untuk bertobat tapi mereka menolak. Kemudian Ali bin Abi Tolib&lt;br /&gt;menyalakan api dan membakar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41 H. Tahun ini adalah tahun yang dibenci oleh kaum rofidhoh karena&lt;br /&gt;tahun ini dinamakan tahun jama’ah atau tahun persatuan karena kaum&lt;br /&gt;muslimin bersatu di bawah pimpinan kholifah Mu’awiyah bin Abi Sufyan&lt;br /&gt;Radhiyalahu Anhu sang penulis wahyu karena Hasan bin Ali bin Abi Tolib&lt;br /&gt;menyerahkan kekhilafahan kepada Mu’awiyah, dengan ini maka surutlah&lt;br /&gt;tipu daya kaum rofidhoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61 H. Pada tahun ini Husein bin Ali terbunuh di karbala setelah ditinggal&lt;br /&gt;oleh penolongnya dan diserahkan kepada pembunuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;260 H. Hasan Al Askari meninggal dan kaum rofidhoh menyangka bahwa&lt;br /&gt;imam ke 12 yang ditunggu-tunggu telah bersembunyi di sebuah lobang di&lt;br /&gt;Samurra’ dan akan kembali lagi ke dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;277 H. Munculnya gerakan rofidhoh Qoromitoh yang didirikan oleh&lt;br /&gt;Hamdan bin Asy’ats yand dikenal dengan julukan Qirmit di kufah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;278 H. Munculnya gerakan Qoromitoh di bahrain dan Ahsa’ yang&lt;br /&gt;dipelopori oleh Abu Saad Al Janabi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;280 H. Munculnya kerajaan rofidhoh Zaidiyah di So’dah dan San’a di&lt;br /&gt;negeri Yaman yang didirikan oleh Husein bin Qosim Arrossi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;297 H. Munculnya kerajaan Ubaidiyin di mesir dan Maghrib (Maroko)&lt;br /&gt;yang didirikan oleh Ubaidillah bin Muhammad Al Mahdi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;317 H. Abu Tohir Arrofidhi Al Qurmuti masuk ke kota mekah pada hari&lt;br /&gt;tarwiya (8 Dzulhijjah) dan membunuh jamaah haji di masjidil Haram serta&lt;br /&gt;mencongkel Hajar Aswad dan membawanya ke Ahsa’ hingga kembali lagi&lt;br /&gt;pada tahun 355 H. Kerajaan mereka tetap eksis di Ahsa’ hingga tahun 466&lt;br /&gt;H. Pada tahun ini berdirilah kerajaan Hamdaniyah di Mousul dan Halab&lt;br /&gt;dan tumbang pada tahun 394 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;329 H. Pada tahun ini Allah telah menghinakan kaum rofidhoh karena&lt;br /&gt;pada tahun ini dimulailah Ghoibah Al Kubro atau menghilang selamanya.&lt;br /&gt;Karena menurut mereka imam rofidhoh ke 12 telah menulis surat dan&lt;br /&gt;sampai kepada mereka yang bunyinya: "Telah dimulailah masa&lt;br /&gt;menghilangku dan aku tidak akan kembali sampai masa diijinkan oleh Allah, barangsiapa yang berkata dia telah berjumpa denganku maka dia adalah&lt;br /&gt;pembohong." Semua ini supaya menghindar dari paertanyaan orang awam&lt;br /&gt;kepada ulama mereka tentang terlambatnya Imam Mahdi keluar dari&lt;br /&gt;persembunyiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;320-334 H. Munculnya kerajaan rofidhoh Buwaihi di Dailam yang&lt;br /&gt;didirikan oleh Buwaih bin Syuja’. Mereka membuat kerusakan di&lt;br /&gt;Baghdad. Pada masa mereka orang-orang bodoh mulai berani memakimaki&lt;br /&gt;sahabat Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;339 H. Hajar Aswad dikembalikan ke Mekkah atas rekomendasi dari&lt;br /&gt;pemerintahan Ubaidiyah di mesir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;352 H. Pemerintahan Buwaihi menutup pasar-pasar tanggal 10&lt;br /&gt;Muharrom serta meliburkan semua kegiatan jual beli, maka keluarlah&lt;br /&gt;wanita-wanita tanpa mengenakan jilbab dengan memukul diri mereka di&lt;br /&gt;pasar. Pada saat itu pertama kali dalam sejarah diadakan perayaan&lt;br /&gt;kesedihan atas meninggalnya Husein bin Ali bin Abi Tolib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;358 H. Kaum rofidhoh Ubaydiy menguasai mesir. Salah satu pemimpinya&lt;br /&gt;yang terkenal adalah Al Hakim Biamrillah yang mengatakan bahwa&lt;br /&gt;dirinya adalah tuhan dan menyeru kepada pendapat reinkarnasi. Dengan&lt;br /&gt;ambruknya kerajaan ini tahun 568 H muncullah gerakan Druz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;402 H. Keluarnya pernyataan kebatilan nasab Fatimah yang digembar&lt;br /&gt;gemborkan oleh penguasa kerejaan Ubaidiyah di mesir dan menjelaskan&lt;br /&gt;ajaran mereka yang sesat dan mereka adalah zindiq dan telah dihukumi&lt;br /&gt;kafir oleh seluru ulama’ kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;408 H. Penguasa kerajaan Ubaidiyah di mesir yang bernama Al Hakim&lt;br /&gt;Biamrillah mengatakan bahwa dirinya adalah tuhan. Salah satu dari&lt;br /&gt;kehinaannya adalah dia berniat untuk memindahkan kubur Nabi&lt;br /&gt;Shallallahu Alaihi Wasallam dari kota Medinah ke Mesir sebanyak 2 kali.&lt;br /&gt;Yang pertama adalah ketika dia disuruh oleh beberapa orang zindik&lt;br /&gt;untuk memindahkan jasad Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ke Mesir. Lalu&lt;br /&gt;dia membangun bangunan yang megah dan menyuruh Abul Fatuh untuk&lt;br /&gt;membongkar kubur Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam lalu masyarakat tidak&lt;br /&gt;rela dan memberontak membuat dia mengurungkan niatnya. Yang kedua&lt;br /&gt;ketika mengutus beberapa orang untuk membongkar kuburan Nabi.&lt;br /&gt;Utusan ini tinggal didekat mesjid dan membuat lobang menuju kubur&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Lalu makar mereka ketahuan dan utusan&lt;br /&gt;tersebut dibunuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;483 H. Munculnya gerakan Assasin yang menyeru kepada kerajaan&lt;br /&gt;Ubaidiyah di mesir didirikan oleh Hasan Assobah yang memiliki asal usul&lt;br /&gt;darah Persia. Dia memulai dakwahnya di wilayah Persia tahun 473 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;500 H. Penguasa Ubaidiyun membangun sebuah bangunan yang megah&lt;br /&gt;diberi nama mahkota Husein. Mereka menyangka bahwa kepala Husein&lt;br /&gt;Bin Ali bin Abi Tolib dikuburkan di sana. Hingga saat ini banyak kaum&lt;br /&gt;rofidhoh yan berhaji ke tempat tersebut. Kita bersyukur kepada Allah atas&lt;br /&gt;nikmat akal yang diberikan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;656 H. Penghianatan besar yang dilakukan oleh rofidhoh pimpinan&lt;br /&gt;Nasiruddin Al Thusi dan Ibnul Alqomi yang bersekongkol dengan kaum&lt;br /&gt;Tartar Mongolia agar masuk ke Baghdad dan membunuh 2 juta muslim&lt;br /&gt;dan banyak dari Bani Hasyim yang seolah-olah dicintai oleh kaum&lt;br /&gt;rofidhoh. Pda tahun yang sama muncullah kelompok Nusairiyah yang&lt;br /&gt;didirikan oleh Muhammad bin Nusair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;907 H. Berdirinya kerajaan Safawiyah di Iran yang didirikan oleh Shah&lt;br /&gt;Ismail Bin Haidar Al Safawi yang juga seorang rofidhoh. Dia telah&lt;br /&gt;membunuh hampir 2 juta muslim yag menolak memeluk mazhab&lt;br /&gt;rofidhoh. Pada saat masuk ke Baghdad dia memaki Khulafa’ Rosyidin di&lt;br /&gt;depan umum dan membunuh mereka yang tidak mau memeluk mazhab&lt;br /&gt;rofidhoh. Tak ketinggalan pula dia membongkar banyak kuburan orang&lt;br /&gt;Sunni seperti Abu Hanifah. Termasuk peristiwa penting yang terjadi pada&lt;br /&gt;masa kerajaan Sofawiyah adalah ketika Shah Abbas berhaji ke masyhad&lt;br /&gt;untuk menandingi haji di Mekah. Pada tahun yang sama Sodruddin Al&lt;br /&gt;Syirozi memulai dakwahnya kepada mazhab Baha’iyah. Mirza Ali&lt;br /&gt;Muhammad Al Syirozi mengatakan bahwa Allah telah masuk ke dalam&lt;br /&gt;dirinya, setelah mati dia digantikan oleh muridnya Baha’ullah. Sementara&lt;br /&gt;itu di India muncul kelompok Qodiyaniyah pimpinan Mirza Ghulam&lt;br /&gt;Ahmad yang mengatakan bahwa dirinya dalah Nabi. Kerajaan Safawiyah&lt;br /&gt;berakhir pada tahun 1149 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1218 H. Seorang rofidhoh dari Irak daang ke Dar’iyah di Najd dan&lt;br /&gt;menampakkan kesalehan dan kezuhudan. Pada suatu hari dia sholat di&lt;br /&gt;belakang Imam Muhammad bin Su’ud dan membunuhnya ketika dia&lt;br /&gt;sedang sujud saat sholat ashar dengan belati. Semoga Allah memerangi&lt;br /&gt;kaum rofidhoh para pengkhianat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1289 H. Pada tahun ini buku Fashlul Khitob Fi Tahrifi Kitabi Robbil Arbab&lt;br /&gt;(penjelasan bahwa kitab Allah telah diselewengkan dan diubah) karangan&lt;br /&gt;Mirza Husain bin Muhammad Annuri Attobrosi. Kitab ini memuat pendapat rofidhoh bahwasanya Al Qur’an yang ada saat ini telah&lt;br /&gt;diselewengkan, dikurangi dan ditambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1389 H. Khomeini menulis buku Wilayatul Faqih dan Al Hukumah Al&lt;br /&gt;Islamiyah. Sebagian kekafiran yang ada pada buku tersebut (Al Hukumah&lt;br /&gt;Al Islamiyah hal 35): Khomeini berkata bahwa termasuk hal pokok dalam&lt;br /&gt;mazhab kita adalah bahwa para imam kita memiliki posisi yang tidak&lt;br /&gt;dapat dicapai oleh para malaikat dan para Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1399 H. Berdirinya pemerintahan rofidhoh di Iran yang didirikan oleh&lt;br /&gt;Khomeini setelah berhasil menumbangkan pemerintahan Syah Iran. Ciri&lt;br /&gt;khas negara ini adalah mengadakan demonstrasi dan tindakan anarkis&lt;br /&gt;atas nama revolsi Islam di tanah suci Mekah pada hari mulia yaitu musim&lt;br /&gt;haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1400 H. Khomeini menyampaikan pidatonya pada peringatan lahirnya&lt;br /&gt;Imam Mahdi fiktif mereka pada tanggal 15 sya’ban. Sebagian pidatonya&lt;br /&gt;berbunyi demikian: Para Nabi diutus Allah untuk menanamkan prinsip&lt;br /&gt;keadilan di muka bumi tapi mereka tidak berhasil, bahkan Nabi&lt;br /&gt;Shallallahu Alaihi Wasallam yang diutus untuk memperbaiki kemanusiaan&lt;br /&gt;dan menanamkan prinsip keadilan tidak berhasil... yang akan berhasil&lt;br /&gt;dalam misi itu dan menegakkan keadilan di muka bumi dan meluruskan&lt;br /&gt;segala penyimpangan adalah Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu...&lt;br /&gt;begitulah menurut khomeini para Nabi telah gagal, termasuk Nabi&lt;br /&gt;Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam... sementara revolusi kafirnya&lt;br /&gt;telah berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1407 H. Jamaah haji Iran mengadakan demonstari besar-besaran di kota&lt;br /&gt;Mekah pada hari jum’at di musim haji tahun 1407. Mereka melakukan&lt;br /&gt;tindakan perusakan di kota Mekah seperti kakek mereka kaum&lt;br /&gt;Qoromitoh, mereka membunuh beberapa orang aparat keamanan dan&lt;br /&gt;jamaah haji, merusak dan membakar toko, merusak dan membakar mobil&lt;br /&gt;beserta mereka yang berada di dalamnya. Jumah korban saat itu mencapai&lt;br /&gt;402 orang tewas, 85 dari mereka adalah aparat keamanan dan penduduk&lt;br /&gt;Saudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1408 H. Mu’tamar Islam yang diadakan oleh Liga Dunia Islam di Mekah&lt;br /&gt;mengumumkan fatwa bahwa khomeini telah kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1409 H. Pada musim haji tahun ini kaum rofidhoh meledakkan beberapa&lt;br /&gt;tempat sekitar Masjidil Haram di kota Mekah. Mereka meledakkan bom&lt;br /&gt;itu tepat pada tanggal 7 Dzulhijjah dan mengakibatkan tewasnya seorang&lt;br /&gt;jamaah haji dari pakistan dan melukai 16 orang lainnya serta mengakibatkan kerusakan bangunan yang sangat besar. 16 pelaku insiden&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1410 H.&lt;br /&gt;1410 H. Khomeini meninggal dunia, semoga Allah memberinya balasan&lt;br /&gt;yang setimpal. Kaum Rofidhoh membangun sebuah bangunan yang menyerupai Ka'bah, semoga Allah memerangi mereka.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-3477337049051246142?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/3477337049051246142/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=3477337049051246142' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/3477337049051246142'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/3477337049051246142'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/selayang-pandang-tentang-syiah.html' title='SELAYANG PANDANG TENTANG SYIAH'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-7908670315483685952</id><published>2008-07-01T01:00:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T01:11:25.187-07:00</updated><title type='text'>sejarah Islam Syiah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 255, 51);"&gt;berikut ini adalah sejarah asal mula syiah,,,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 255, 51);"&gt;bagi sunni, kehadiran yiah sering dianggap sebagai kangker yang menggerogoti islam..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SUMBER AJARAN SYIAH&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Ahlussunah memiliki kitab hadits yang berasal dari&lt;br /&gt;Nabi,maka sebagai mazhab, syiah harus memiliki kitab-kitab yang&lt;br /&gt;berisi sabda para imam ahlulbait, mereka yang wajib diikuti bagi&lt;br /&gt;penganut syiah. Lalu mengapa syiah mengemukakan dalil dari kitabkitab&lt;br /&gt;hadits sunni seperti shahih Bukhari dan Muslim? Mereka&lt;br /&gt;menggunakan hadits-hadits itu dalam rangka mendebat ahlussunah,&lt;br /&gt;bukan karena beriman pada isi hadits itu. Lalu apa saja rujukan syiah&lt;br /&gt;Imamiyah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiah Imamiyah menganggap sabda 12 imam ahlulbait sebagai ajaran&lt;br /&gt;yang wajib diikuti, ini sesuai dengan ajaran mereka yang menganggap&lt;br /&gt;12 imam ahlulbait sebagai penerus risalah Nabi. Sabda-sabda tersebut&lt;br /&gt;tercantum dalam kitab-kitab syiah, namun sayangnya kitab-kitab itu&lt;br /&gt;tidak begitu dikenal atau tepatnya sengaja tidak disebarluaskan oleh&lt;br /&gt;penganut syiah di Nusantara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah kami akan memudahkan&lt;br /&gt;pembaca untuk mendownload sebagian kitab rujukan mereka yang&lt;br /&gt;memuat sabda-sabda para imam ahlulbait. Tapi pembaca pasti&lt;br /&gt;penasaran untuk membaca sabda ahlulbait, karena salah satu murid&lt;br /&gt;Imam Ja’far As Shadiq yang bernama Zurarah mengatakan dalam sebuah riwayat dari Al Kisyi yang meriwayatkan dalam bukunya&lt;br /&gt;Rijalul Kisyi dengan sanadnya dari Muhammad bin Ziyad bin Abi&lt;br /&gt;Umair dari Ali bin Atiyyah bahwa Zurarah berkata: jika aku&lt;br /&gt;menceritakan seluruh yang kudengar dari Abu Abdillah (Ja’far&lt;br /&gt;Asshadiq) maka laki-laki yang mendengar perkataan Imam Ja’far pasti&lt;br /&gt;akan berdiri kemaluannya. Rijalul Kisyi hal 134 (kira-kira cerita apa&lt;br /&gt;yang dibawa oleh Imam Ja’far sehingga membuat kemaluan berdiri?)&lt;br /&gt;Sedangkan umat syiah mengatakan bahwa para imam mendapat ajaran&lt;br /&gt;dari imam sebelumnya yang mendapatkan ajaran dari Nabi. Juga umat&lt;br /&gt;syiah mengajarkan bahwa ajaran para imam harus diikuti. Tapi ternyata&lt;br /&gt;imam yang satu ini suka mengajarkan cerita-cerita yang membuat&lt;br /&gt;kemaluan berdiri. Jangan-jangan ajaran di atas sudah disensor. Lalu&lt;br /&gt;bagaimana hukum menyensor ajaran ahlulbait yang wajib diikuti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Literatur syiah yang dianggap sebagai literatur utama yang memuat&lt;br /&gt;riwayat sabda ahlulbait ada 8 kitab utama, ulama mereka menyebutnya&lt;br /&gt;dengan sebutan “al jawami’ ats tsamaniah” (kitab kumpulan yang&lt;br /&gt;delapan) ini sesuai dengan yang tercantum dalam kitab Muftahul&lt;br /&gt;Kutub Al Arba’ah jilid 1 hal 5 dan A’yanus Syiah jilid 1 hal 288. Dalam&lt;br /&gt;makalahnya yang berjudul metode praktis untuk pendekatan sunnah syiah (dimuat dalam masalah Risalatus Islam, juga dimuat bersama&lt;br /&gt;makalah lain yang diambil dari majalah yang sama dengan judul&lt;br /&gt;“persatuan islam” hal 233, Muhammad Shaleh Al Ha’iri mengatakan:&lt;br /&gt;kitab shahih imamiyah ada delapan, empat di antaranya di tulis oleh&lt;br /&gt;tiga orang yang bernama Muhammad yang hidup terdahulu, tiga lagi&lt;br /&gt;ditulis oleh tiga orang yang bernama Muhammad yang hidup setelah&lt;br /&gt;tiga yang pertama, yang kedelapan ditulis oleh Al Husein Nuri&lt;br /&gt;Thabrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab pertama dan yang tershahih di antara delapan kitab di atas&lt;br /&gt;adalah Al Kafi. Ini seperti disebutkan dalam kitab Adz Dzari’ah jilid 17&lt;br /&gt;hal 245, Mustadrak Al Wasa’il jilid 3 ha 432, Wasa’il Asy Syi’ah jilid 20&lt;br /&gt;hal 71. kitab-kitab di atas menyebutkan bahwa kitab Al Kafi adalah&lt;br /&gt;kitab yang tershahih dari empat kitab utama mereka, karena kitab Al&lt;br /&gt;Kafi ditulis pada era Ghaibah Sughra, yang mana saat itu masih&lt;br /&gt;mungkin untuk mengecek validitas riwayat yang ada dalam kitab itu.&lt;br /&gt;karena pada era ghaibah sughra imam mahdi masih dapat dihubungi&lt;br /&gt;melalui “duta yang empat” yang dapat berhubungan dengan imam&lt;br /&gt;mahdi dan menerima seperlima bagian dari harta syiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah riwayat kitab Al Kafi ada 16099, seperti diterangkan dalam kitab&lt;br /&gt;A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 280. Kitab Al Kafi dijelaskan oleh para Ulama&lt;br /&gt;Syi’ah, di antaranya adalah Al Majlisi –penulis Biharul Anwar- yang&lt;br /&gt;menulis penjelasan kitab Al Kafi dan diberi judul Mir’aatul Uquul.&lt;br /&gt;Dalam kitabnya itu Majlisi juga menilai validitas hadits Al Kafi, di&lt;br /&gt;antara hadits yang dianggapnya shahih adalah hadits yang&lt;br /&gt;menerangkan bahwa Al Qur’an telah diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut terjemahan&lt;br /&gt;nukilan dari Mir’atul Uqul:&lt;br /&gt;Abu Abdillah berkata: “Al Qur’an yang diturunkan Jibril kepada&lt;br /&gt;Muhammad adalah 17 ribu ayat”. Al Kafi jilid 2 hal 463. Muhammad&lt;br /&gt;Baqir Al Majlisi berkata bahwa riwayat ini adalah muwathaqah. Lihat&lt;br /&gt;di Mir’atul Uqul jilid 2 hal 525.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ada kitab lain yang berisi penjelasan riwayat Al Kafi, yaitu&lt;br /&gt;Syarh Jami’ yang ditulis oleh Al Mazindarani begitu juga terdapat kitab&lt;br /&gt;yang berjudul As Syafi fi Syarhi Ushulil Kafi, ada lagi kitab yang&lt;br /&gt;judulnya At Ta’liqah Ala Kitabil Kafi yang ditulis oleh Muhammad&lt;br /&gt;Baqir Al Husaini, tapi hanya menjelaskan sampai Kitabul Hujjah saja.&lt;br /&gt;Ada lagi kitab Al Hasyiyah Ala Ushulil Kafi karangan Rafi’uddin Muhammad bin Haidar An Na’ini, juga Badruddin bin Ahmad Al&lt;br /&gt;Husaini Al Amili.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kitab kedua adalah Man la Yahdhuruhul Faqih yang ditulis oleh&lt;br /&gt;Muhammad bin Babawaih Al Qummi, yang juga dikenal dengan&lt;br /&gt;sebutan As Shaduq, keterangan mengenai kitab ini adapat dilihat dalam&lt;br /&gt;kitab Raudhatul Jannat jilid 6 hal 230-237, A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 280,&lt;br /&gt;juga dalam Muqaddimah kitab Man La Yahdhuruhul Faqih, kitab ini&lt;br /&gt;memuat 176 bab, yang pertama adalah bab Thaharah dan ditutup&lt;br /&gt;dengan bab Nawadir. Kitab ini memuat 9044 riwayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan dalam pengantar bahwa penulisnya sengaja menghapus&lt;br /&gt;sanad dari setiap riwayat agar tidak terlalu memperbanyak isi kitab,&lt;br /&gt;juga disebutkan bahwa penulisnya mengambil riwayat untuk ditulis&lt;br /&gt;dalam buku ini dari kitab-kitab yang terkenal dan dapat diandalkan,&lt;br /&gt;penulis hanya mencantumkan riwayat yang diyakini validitasnya.&lt;br /&gt;Ditambah lagi dengan kitab Tahdzibul Ahkam, keterangan mengenai&lt;br /&gt;kitab ini dapat ditemui dalam kitab mustadrakul wasa’il jilid 4 hal 719,&lt;br /&gt;kitab adzari’ah jilid 4 hal 504, juga dalam pengantar tahdzibul ahkam&lt;br /&gt;sendiri. Kitab ini ditulis untuk memecahkan kontradiksi yang terjadi pada banyak sekali riwayat syiah, kitab ini berisi 393 bab. Mengenai&lt;br /&gt;jumlah haditsnya akan kita bahas kemudian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kitab Al Istibshar, yang terdiri dari tiga jilid, dua jilid&lt;br /&gt;memuat bab ibadah, sementara pembahasan fiqih lainnya dicantumkan&lt;br /&gt;pada jilid ketiga. Kitab ini memuat 393 bab, dalam kitabnya ini penulis&lt;br /&gt;hanya mencantumkan 5511 hadits dan mengatakan: saya membatasinya&lt;br /&gt;supaya tidak terjadi tambahan maupun pengurangan. Sementara dalam&lt;br /&gt;kitab Adz Dzari’ah ila Tashanifisy Syi’ah disebutkan bahwa jumlah&lt;br /&gt;haditsnya ada 6531, berbeda dengan penuturan penulisnya sendiri.&lt;br /&gt;Silahkan dirujuk ke Ad Dzari’ah jilid 2 hal 14, A’yanus Syi’ah jilid 1 hal&lt;br /&gt;280, pengantar Al Istibshar, tulisan Hasan Al Khurasan. Kedua kitab di&lt;br /&gt;atas – Tahdzibul Ahkam dan Al Istibshar- adalah karya ulama tersohor&lt;br /&gt;syiah yang bergelar “ Syaikhut Tha’ifah” yaitu Abu Ja’far Muhamamd&lt;br /&gt;bin Hasan Al Thusi (wafat 360 H). Al Faidh Al Kasyani dalam Al Wafi&lt;br /&gt;jilid 1 hal 11 mengatakan: seluruh hukum syar’i hari ini berporos pada&lt;br /&gt;empat kitab pokok, yang seluruh riwayat yang ada di dalamnya&lt;br /&gt;dianggap shahih oleh penulisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agho Barzak Tahrani – salah satu mujtahid syiah masa kini-&lt;br /&gt;mengatakan dalam kitab Adz Dzari’ah jilid 2 hal 14 : empat kitab ditambah dengan kitab kumpulan hadits adalah dasar bagi hukum&lt;br /&gt;syar’I hingga saat ini. Pada abad 11 Hijriah para ulama syiah menyusun&lt;br /&gt;beberapa kitab, empat di antaranya disebut oleh ulama syiah hari ini&lt;br /&gt;dengan : Al Majami’ Al Arba’ah Al Mutaakhirah” (empat kitab&lt;br /&gt;kumpulan hadits belakangan); empat kitab itu adalah: Al Wafi yang&lt;br /&gt;disusun oleh Muhamad bin Murtadha yang dikenal dengan julukan&lt;br /&gt;Mulla Muhsin Al Faidh Al Kasyani –wafat tahun 1091 H– terdiri dari&lt;br /&gt;tiga jilid tebal, dicetak di Iran, memuat 273 bab. Muhammad Bahrul&lt;br /&gt;Ulum mengatakan bahwa kitab Al Wafi memuat 50 000 hadits (lihat&lt;br /&gt;footnoote kitab Lu’lu’atul Bahrain hal 122) sementara Muhsin Al Amin&lt;br /&gt;mengatakan bahwa Al Wafi memuat 44244 hadits, bisa dilihat dalam&lt;br /&gt;A’yanus Syi’ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kitab Biharul Anwar Al Jami’ah Li Durar Akhbar Aimmatil At-har&lt;br /&gt;karya Muhammad Baqir Al Majlisi –wafat tahun 1110 atau 1111 H-.&lt;br /&gt;Ulama syiah menyatakan bahwa Biharul Anwar adalah kitab terbesar&lt;br /&gt;yang memuat hadits dari kitab-kitab rujukan syiah, bisa dilihat&lt;br /&gt;keterangan mengenai kitab ini dalam Adz Dzari’ah jilid 3 hal 27, juga&lt;br /&gt;A’yanus Syi’ah jilid 1 hal 293. selain itu juga ada kitab wasa’ilus syi’ah&lt;br /&gt;ila tahsil masa’ilisy syari’ah yang disusun oleh Muhammad bin Hasan Al Hurr Al Amili, yang dianggap sebagai kitab terlengkap yang&lt;br /&gt;memuat hadits hukum fiqih bagi syiah imamiyah.&lt;br /&gt;Dalam kitab ini terkumpul riwayat dari kitab empat utama dan&lt;br /&gt;ditambah dengan riwayat lain dari kitab-kitab lain yang dianggap&lt;br /&gt;sebagai rujukan, yang konon jumlahnya mencapai tujuh puluh kitabseperti&lt;br /&gt;dikatakan oleh penulis kitab Adz Dzari’ah. Tetapi Syirazi dalam&lt;br /&gt;pengantar kitab wasa’il menyebutkan jumlah kitab yang menjadi&lt;br /&gt;rujukan adalah 180 kitab lebih, Al Hurr Al Amili menyebutkan juduljudul&lt;br /&gt;kitab yang menjadi rujukannya yang berjumlah lebih dari delapan&lt;br /&gt;puluh kitab, dia juga menyebutkan bahwa dia mengambil rujukan dari&lt;br /&gt;kitab0kitab selain yang telah disebutkan, tetapi dia merujuknya dengan&lt;br /&gt;perantaraan nukilan kitab lain. Silahkan merujuk pada Muqaddimatul&lt;br /&gt;Wasa’il yang situlis oleh Asyirazi, begitu juga A’yanus Syi’ah jilid 1 hal&lt;br /&gt;292-293, Adz Dzari’ah jilid 4 hal 352-353, Wasa’ilusy Syi’ah jilid 1 hal&lt;br /&gt;408, jilid 20 hal 36-49.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kitab mustadrakul wasa’il wa mustanbtul masa’il yang disusun&lt;br /&gt;oleh Husein Nuri Thabrasi –wafat 1320 H-. Agho Barzak Tahrani&lt;br /&gt;mengatakan: kitab mustadrak wasa’il menjadi seperti kitab kumpulan&lt;br /&gt;hadits lainnya yang harus ditelaah dan dijadikan rujukan oleh para mujtahid dalam memutuskan hukum syareat, kebanyakan ulama kami&lt;br /&gt;saat ini tunduk mengikuti kitab itu. Lihat kitab Adz Dzari’ah jilid 2 hal&lt;br /&gt;110-111. lalu Agho Barzak memperkuat pernyataannya dengan nukilan&lt;br /&gt;dari ulama-ulama syiah yang menjadikan kitab mustadrak wasa’il&lt;br /&gt;sebagai rujukan utama mereka. Adz Dzari’ah jilid 2 hal 111.&lt;br /&gt;Jika pembaca merasa pernah mendengar nama Nuri Thabrasi, dia&lt;br /&gt;adalah penyusun kitab Fashlul Khitab fi Itsbati Tahriifi Kitaabi Rabbil&lt;br /&gt;Arbab – pemutus perkara, pembuktian bahwa kitab Tuhan telah&lt;br /&gt;dirubah-, kitab itu menyebutkan dalil-dalil yang memperkuat pendapat&lt;br /&gt;bahwa Al Qur’an yang ada hari ini telah diselewengkan dan diubah&lt;br /&gt;oleh “tangan-tangan kotor”. Dalam muqaddimah mustadrakul wasa’il,&lt;br /&gt;Agha Barzak Tahrani mengatakan : Dia adalah salah seorang imam ahli&lt;br /&gt;hadits dan rijalul hadits di masa ini, termasuk jajaran ulama besar syiah&lt;br /&gt;dan ulama besar islam di abad ini.&lt;br /&gt;Bagaimana orang yang tidak beriman pada Al Qur’an menjadi ulama&lt;br /&gt;besar syiah? Pada pengantar mustadrak wasa’il, Agha Barzak Thrani&lt;br /&gt;mengatakan bahwa salah satu karya Husein Nuri Thabrasi adalah kitab&lt;br /&gt;Fashlul Khitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita patut meragukan apakah sumber mereka masih orisinil atau sudah&lt;br /&gt;dipermak sana sini. Dengan mengetahui validitas sumber sebuah&lt;br /&gt;ajaran, kita bisa menilai validitas ajaran tersebut.&lt;br /&gt;Ada beberapa kitab yang dianggap oleh syiah sejajar dengan kitab&lt;br /&gt;empat di atas, artinya derajat validitas riwayatnya tidak berbeda,&lt;br /&gt;sehingga kitab itu berisi dalil-dalil yang valid untuk penyimpulan&lt;br /&gt;hukum syareat menurut syiah imamiyah. Hal ini seperti disebutkan&lt;br /&gt;oleh Al Majlisi pada pengantar Biharul Anwar –bisa dilihat pada jilid 1&lt;br /&gt;hal 26-: kitab-kitab karya Ash Shaduq –selain lima kitab- sama&lt;br /&gt;terkenalnya dengan kitab empat. Majlisi meneruskan begitu; juga kitab&lt;br /&gt;Basha’ir Darajat termasuk literatur pokok yang juga dijadikan&lt;br /&gt;rujukan oleh Kulaini dan lainnya. Bisa dilihat di halaman yang sama,&lt;br /&gt;Majlisi juga menyebutkan kitab-kitab lain yang sederajat dengan kitab&lt;br /&gt;empat. Pendapat yang sama juga dinyatakan oleh Al Hurr Al Amili&lt;br /&gt;dalam kitab Wasa’il Syi’ah jilid 20. juga dalam pengantar setiap kitab&lt;br /&gt;disebutkan bahwa kitab itu sama validnya dengan kitab yang empat.&lt;br /&gt;Nampaknya yang disebut adalah dua kitab itu, yaitu kitab-kitab As&lt;br /&gt;Shaduq dan Bashair Darajat karena kitab-kitab itu adalah kitab-kitab&lt;br /&gt;besar kumpulan hadits, atau bisa jadi juga untuk menyaingi mazhab ahlussunnah dan untuk sekedar promosi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nampak hal itu jelas ketika&lt;br /&gt;kita melihat kitab Al Wafi dimasukkan ke delapan kitab rujukan utama,&lt;br /&gt;dan kitab itu dianggap sebagai kitab tersendiri, padahal isi kitab Al&lt;br /&gt;Wafi hanyalah kumpulan dari empat kitab utama (Al Kafi, Tahdzib, Al&lt;br /&gt;Istibshar dan Man La Yahdhuruhul Faqih), mengapa dianggap sebagai&lt;br /&gt;kitab baru, padahal isinya hanyalah pengulangan dari empat kitab yang&lt;br /&gt;terdahulu. Ini semua dalam rangka membuat image bahwa syiah&lt;br /&gt;memiliki banyak rujukan, padahal isinya itu-itu juga, pengulangan dari&lt;br /&gt;empat kitab rujukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga kitab AL Istibshar dianggap sebagai kitab tersendiri,&lt;br /&gt;padahal kitab Al Istibshar hanyalah ringkasan dari kitab Tahdzibul&lt;br /&gt;Ahkam, seperti dijelaskan oleh Thusi sendiri pada pengantar kitab Al&lt;br /&gt;Istibshar – jilid 1 hal 2-3- begitu juga siapa saja yang menelaah kedua&lt;br /&gt;kitab itu akan jelas mendapati bahwa kitab Al Istibshar hanyalah&lt;br /&gt;ringkasan dari kitab Tahdzibul Ahkam. Semua ini jelas dalam rangka&lt;br /&gt;promosi mazhab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga anda akan menemukan bahwa kitab Biharul Anwar karya&lt;br /&gt;asli penulisnya hanya sebanyak 25 jilid, lalu karena jilid ke 25 nampak&lt;br /&gt;terlalu besar maka dipisah menjadi 2 jilid, akhirnya jumlah keseluruhan kitab Biharul Anwar hanyalah 26 jilid. Bisa dilihat hal ini dalam kitab&lt;br /&gt;Dzari’ah jilid 3 hal 27. Tetapi kitab Biharul Anwar hari ini berjumlah&lt;br /&gt;110 jilid, dimulai dari jilid 0, supaya nampak intelek. Pembaca yang&lt;br /&gt;“intelek” akan bertanya-tanya tentang asal tambahan kitab Biharul&lt;br /&gt;Anwar dari jilid 27 sampe jilid 110, hasil karya Majlisi sendiri –yang&lt;br /&gt;menulis 26 jilid- atau ada tangan-tangan lain yang menambah supaya&lt;br /&gt;nampak tebal?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syiah memang senang sekali dengan yang demikian, biasanya ada&lt;br /&gt;sekelompok orang yang digaji khusus oleh hauzah ilmiyah untuk&lt;br /&gt;menulis sebuah buku, lalu buku itu dibuat seolah ditulis oleh satu&lt;br /&gt;orang, seakan orang itu menulis buku yang besar yang sangat sulit&lt;br /&gt;utnuk ditulis oleh sendirian, seperti bisa kita perhatikan kitab Al Ghadir&lt;br /&gt;– yang konon ditulis oleh seorang bernama Abdul Husein Al Amini-,&lt;br /&gt;selain itu syiah juga gemar mengaku-aku, bahwa syiah adalah pionir&lt;br /&gt;dalam semua cabang ilmu, padahal pengetahuan mereka hanyalah&lt;br /&gt;mengambil dari kitab-kitab Ahlussunnah, mereka memiliki pendapatpendapat&lt;br /&gt;aneh yang membongkar kebohongan mereka. Dalam kitab&lt;br /&gt;A’yanus Syi’ah banyak sekali ulama ahlussunnah yang dianggap&lt;br /&gt;sebagai syiah imamiyah hanya karena mereka memiliki sedikit&lt;br /&gt;kecondongan kepada Ali, padahal hal demikian itu tidak sampai membuat mereka masuk menjadi syiah rafidhah, karena kecintaan&lt;br /&gt;ahlussunnah pada ahlulbait adalah kecintaan sejati, lebih dari kecintaan&lt;br /&gt;syiah rafidhah pada ahlulbait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isi kitab-kitab utama syiah hanyalah maslah fiqih, kecuali dua jilid&lt;br /&gt;pertama dari kitab Al Kafi memuat tentang akidah syiah. Jika kita&lt;br /&gt;perhatikan, isi kitab fiqih mereka mirip dengan fiqih ahlussunnah,&lt;br /&gt;membuat kita makin percaya dengan keterangan para ulama yang&lt;br /&gt;menyebutkan bahwa ulama syiah banyak yang mencontek kitab&lt;br /&gt;ahlusunnah, di antaranya adalah Ibnu Taimiyah dalam&lt;br /&gt;Minhajussunnah jilid 3 hal 264. Syiah memiliki pendapat-pendapat&lt;br /&gt;aneh dalam fiqih, yang berbeda dengan ulama ahlusunah, pendapatpendapat&lt;br /&gt;itu kadang begitu aneh dan tak terbayangkan bahwa&lt;br /&gt;pendapat-pendapat itu perlu ditulis dalam kitab tersendiri. Asy Syarif&lt;br /&gt;Al Murtadha mengumpulkan pendapat-pendapat syiah yang berbeda&lt;br /&gt;dengan ulama ahlussunah dalam kitabnya Al Intishar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai selingan, tidak ada salahnya bila kita menyimak sedikit&lt;br /&gt;pendapat-pendapat yang hanya dimiliki oleh syiah dari kitab Al&lt;br /&gt;Intishar:&lt;br /&gt;Keluar Madhi dan Wady tidak membatalkan wudhu – hal 119&lt;br /&gt;Wajib mengucapkan Hayya Ala Khairil Amal dalam adzan – hal 137&lt;br /&gt;Wajib hukumnya shalat gerhana matahari maupun bulan, siapa yang&lt;br /&gt;ketinggalan harus mengqadha’ – hal 173&lt;br /&gt;Barangsiapa berpuasa ramadhan dalam keadaan musafir maka harus&lt;br /&gt;membayar puasanya – hal 190 –kasihan sungguh-&lt;br /&gt;Orang sakit yang memaksakan diri berpuasa di bulan Ramadhan –&lt;br /&gt;padahal dia dibolehkan untuk tidak berpuasa- maka puasanya tidak&lt;br /&gt;sah dan tetap harus mengqadha’ – hal 192&lt;br /&gt;Jika menemukan bangkai ikan di tepi sungai, sedangkan dia tidak tahu&lt;br /&gt;apakah ikan tersebut mati atau disembelih, maka dicelupkan di air, jika&lt;br /&gt;ikan tersebut mengambang di atas dadanya maka ikan itu disembelih,&lt;br /&gt;jika mengambang di atas punggungnya maka ikan itu mati dengan&lt;br /&gt;sendirinya tanpa disembelih – hal 402 [dimana letak perbedaan antara&lt;br /&gt;punggung dan dada ikan?]&lt;br /&gt;Sembelihan ahli kitab haram dimakan – hal 403&lt;br /&gt;Haram memakan makanan buatan orang kafir – hal 409&lt;br /&gt;Ibnu Aqil Al Hanbali menukil pendapat-pendapat itu dan dia pun&lt;br /&gt;merasa heran, tulisan Ibnu Aqil dinukil juga oleh Ibnul Jauzi dalam&lt;br /&gt;kitab Al Muntazham –jilid 8 hal 120- juga Ibnul Jauzi menuliskan dalam&lt;br /&gt;Al Maudhu’at: Rafidhah telah membuat kitab fiqih yang mereka sebut&lt;br /&gt;sebagai mazhab imamiyah, di dalamnya memuat pendapat yang&lt;br /&gt;menyimpang dari ijma’ kaum muslimin tanpa dalil apa pun. Lihat Al&lt;br /&gt;Maudhu’at jilid 1 hal 338.&lt;br /&gt;Sementara bahasan lain yang terdapat dalam Al Kafi dan Biharul&lt;br /&gt;Anwar adalah tentang tauhid, al adl , imamah.. kebanyakan berisi&lt;br /&gt;keyakinan mereka tentang imamah dan para imam yang dua belas,&lt;br /&gt;tentang penunjukan mereka dari Allah, sifat-sifat para imam, kisah&lt;br /&gt;hidup mereka dan keutamaan berziarah ke kubur mereka. Begitu juga&lt;br /&gt;membahas tentang musuh para imam, terutama para sahabat Nabi&lt;br /&gt;SAAW, jika kita perhatikan, mayoritas bahasan adalah tentang imamah&lt;br /&gt;dan para imam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembaca yang menelaah kitab hadits syiah akan mendapati jurang&lt;br /&gt;perbedaan antara kitab hadits syiah dan kitab hadits ahlussunnah,&lt;br /&gt;begitu juga perbedaan yang ada para riwayat ahlussunnah dan syiah&lt;br /&gt;imamiyah. Kitab sunnah yang meriwayatkan hadits, hanyalah meriwayatkan hadits Nabi, dan hanya hadits Nabi-lah yang disebut&lt;br /&gt;dengan hadits. Sedangkan kitab hadits syiah mayoritas memuat riwayat&lt;br /&gt;dari salah satu dari dua belas imam mereka, selain itu mereka juga&lt;br /&gt;berkeyakinan bahwa riwayat yang berasal dari imam sama dengan&lt;br /&gt;riwayat yang berasal dari Nabi, artinya sabda imam sama seperti sabda&lt;br /&gt;Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan kitab hadits syiah, kita akan menemukan bahwa&lt;br /&gt;hadits yang berasal dari Nabi sangatlah sedikit, sedangkan mayoritas&lt;br /&gt;riwayat Al Kafi adalah dari Ja’far Ash Shadiq, sangat jarang sekali yang&lt;br /&gt;berasal dari ayahnya Muhammad Al Baqir, apalagi yang berasal dari&lt;br /&gt;Amirul Mukminin Ali, jumlahnya lebih sedikit, begitu juga yang&lt;br /&gt;berasal dari Nabi SAAW, jauh lebih sedikit&lt;br /&gt;Begitu juga kita perhatikan, empat kitab utama syiah disusun pada&lt;br /&gt;abad ke sebelas Hijriyah, dan setelahnya, yang terakhir ditulis oleh&lt;br /&gt;Husein Nuri Thabrasi, -judulnya Mustadrakul Wasa’il- yang wafat&lt;br /&gt;tahun 1320 H –hidup sejaman dengan syaikh Muhammad Abduh-&lt;br /&gt;Kitab itu memuat 23000 hadits dari para imam syiah [lihat Ad Dzari’ah&lt;br /&gt;jilid 7 hal 21] yang belum pernah ditemukan sebelumnya. Kitab itu&lt;br /&gt;ditulis ratusan tahun setelah wafatnya para imam, jika memang benar kitab itu berisi riwayat bersanad dari para imam bagaimana orang&lt;br /&gt;berakal bisa percaya pada riwayat yang belum pernah ditulis sejak 11&lt;br /&gt;abad atau 13 abad lalu ? jika memang riwayat itu tertulis dalam kitab,&lt;br /&gt;mengapa kitab itu baru ditemukan di abad 14 Hijriah?&lt;br /&gt;Sebagian penulis kitab syiah menyatakan bahwa merka menemukan&lt;br /&gt;buku yang belum pernah ditemukan sebelumnya, Al Majlisi&lt;br /&gt;mengatakan: Alhamdulillah, di depan kami terkumpul sebanyak 200&lt;br /&gt;judul buku, seluruh isinya telah kunukil dalam Biharul Anwar, [lihat&lt;br /&gt;I’tiqadat Al Majlisi hal. 24, lihat juga Al Fikr Asy Syi’I hal. 61]sementara&lt;br /&gt;Al Hurr Al Amili menyatakan bahwa dirinya memiliki delapan puluh&lt;br /&gt;kitab selain empat kitab rujukan mereka, isi kitab-kitab itu dituliskan&lt;br /&gt;dalam Wasa’ilusy Syi’ah [lihat Wasa’ilusy Syi’ah jilid 1, pengantar. Juga&lt;br /&gt;lihat Adz Dzari’ah jilid 4 hal 352-353].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga Nuri Thabrasi ikutan mengklaim bahwa dirinya&lt;br /&gt;menemukan kitab-kitab yang belum pernah ditulis sebelumnya&lt;br /&gt;walaupun dirinya hidup di abad 14 Hijriyah, Agho BArzak Tahrani&lt;br /&gt;mengatakan: hal yang mendorong Husein Nuri Thabrasi untuk menulis&lt;br /&gt;mustadrak Al Wasa’il adalah karena Thabrasi menemukan kitab-kitab&lt;br /&gt;penting yang belum pernah ditulis dalam kitab-kitab kumpulan hadits&lt;br /&gt;syiah sebelumnya [lihat Ad Dzari’ah jilid 21 hal 7]. Ulama syiah menganggap hadits-hadits baru hasil penemuan Nuri Thabrasi yang&lt;br /&gt;dituliskan dalam Mustadrak Al Wasa’il sebagai hadits-hadits yang&lt;br /&gt;sangat penting dan diperlukan, tidak bisa ditinggalkan, ulama syiah&lt;br /&gt;yang bernama Al Khurasani –seperti dinukil dalam Adz Dzari’ah-&lt;br /&gt;mengatakan: setiap mujtahid tidak boleh berijtihad sebelum merujuk ke&lt;br /&gt;kitab Mustadrak Al Wasa’il dan menelaah hadits-hadits yang termuat&lt;br /&gt;di dalamnya, [lihat Ad Dzari’ah jilid 2 hal 111], apakah ini berarti&lt;br /&gt;sebelum adanya kitab Mustadrak Al Wasa’il ucapan ulama mereka&lt;br /&gt;tidak dapat dijadikan pegangan? Silahkan anda merasa heran,&lt;br /&gt;barangkali masih ada lagi hadits yang baru ditemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat-riwayat itu tidak ditemukan di literatur kuno syiah, mengapa&lt;br /&gt;demikian? Mengapa Kulaini tidak meriwayatkannya padahal dia dapat&lt;br /&gt;menghubungi empat “dubes” imam Mahdi?Kulaini memberi judul&lt;br /&gt;kitabnya dengan Al Kafi karnea dianggapnya cukup bagi syiah, bahkan&lt;br /&gt;kitab Al Kafi telah ditunjukkan kepada imam Mahdi –yang&lt;br /&gt;bersembunyi hingga hari ini- melalui “duta besar ”, kemudian Imam&lt;br /&gt;Mahdi memberikan komentar: kitab ini cukup bagi syiah kami, begitu&lt;br /&gt;juga At Thusi menyatakan, bahwa dirinya mengumpulkan haditshadits&lt;br /&gt;syiah yang berkaitan dengan fiqih dari kitab-kitab literatur inti syiah, dalam kitabnya Tahdzibul Ahkam, tidak ada yang terlewatkan&lt;br /&gt;kecuali hanya sedikit saja [lihat Al Istibshar jilid 1 hal 2].&lt;br /&gt;Apakah kitab-kitab ini ditulis pada era dinasti shafavid di iran lalu&lt;br /&gt;ditulis atas nama para ulama klasik syiah? Bisa jadi, dan sangat&lt;br /&gt;mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan empat kitab syiah yang utama [Al Kafi, Tahdzibul Ahkam, Al&lt;br /&gt;Istibshar dan Man La Yahdhuruhul Faqih] tidak luput dari tambahan&lt;br /&gt;dari tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Salah satu buktinya, bisa&lt;br /&gt;dilihat dalam kitab Ad Dzari’ah –jiild 4 hal 504- dan A’yanus Syi’ah –&lt;br /&gt;jilid 1 hal 288- juga keterangan ulama syiah hari ini, bahwa jumlah&lt;br /&gt;hadits Tahdzibul Ahkam adalah 13950 hadits, tetapi penulisnya sendiri&lt;br /&gt;menyatakan dalam kitab Iddatul Ushul [jilid 1 hal 139 ,cetakan sitarah-&lt;br /&gt;Qum] bahwa jumlah hadits Tahdzibul Ahkam hanya 5000 lebih, artinya&lt;br /&gt;tidak mencapai jumlah 6000. bisa dilihat dalam kitab Al Imam As&lt;br /&gt;Shadiq hal 485.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata jumlah hadits Tahdzibul Ahkam bertambah lebih dari dua kali&lt;br /&gt;lipat, inilah bukti nyata yang ada di depan mata. Begitu juga ulama&lt;br /&gt;syiah masih berbeda pendapat, apakah kitab Raudhatul Kafi –kitab Al&lt;br /&gt;Kafi jilid 8- termasuk dalam kitab Al Kafi yang ditulis oleh Kulaini,ataukah merupakan tambahan yang ditulis setelah kitab Al Kafi, bisa&lt;br /&gt;dilihat dalam kitab Raudhatul Jannat jilid 6hal 176-188, seolah-olah&lt;br /&gt;penambahan dalam kitab adalah hal biasa dan sangat mungkin terjadi..&lt;br /&gt;Yang lebih berbahaya, seorang ulama syiah terkemuka yang bernama&lt;br /&gt;Husein bin Haidar Al Karki Al Amili [wafat th 1076 H] mengatakan:&lt;br /&gt;kitab Al kafi berjumlah lima puluh jilid, memuat riwayat dengan sanad&lt;br /&gt;yang bersambung pada para imam [Raudhatul Jannat jilid 6 hal 114],&lt;br /&gt;sementara Thusi [wafat 360 h] mengatakan bahwa kitab Al Kafi&lt;br /&gt;berjumlah 30 jilid,…. [lihat Al Fahrasat hal 161].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kitab Al Kafi mengalami penambahan selama kurun waktu&lt;br /&gt;antara abad ke lima dan sebelas hijiriyah? Tambahannya pun bukan&lt;br /&gt;sedikit, tapi 20 jilid, padahal setiap jilid terdiri dari banyak bab yang&lt;br /&gt;memuat banyak hadits. Mungkin hal ini tidak menjadi masalah bagi&lt;br /&gt;syiah, jika mereka berani memalsu riwayat dari Nabi SAAW dan&lt;br /&gt;Ahlulbait, mestinya memalsu buku dari gurunya bukanlah hal susah,&lt;br /&gt;bukti dalam hal ini sangat banyak, yang kami paparkan sudah cukup&lt;br /&gt;bagi mereka yang mau menggunakan akalnya yang masih sehat. Kita&lt;br /&gt;tanyakan lagi pada penganut syiah, mana sumber ajaran agama kalian?&lt;br /&gt;Kalian banyak menggunakan logika dan mantiq karena miskin dalil naqli, apalagi setelah tahu bahwa kitab literatur kalian terbukti masih harus diragukan lagi validitasnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-7908670315483685952?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/7908670315483685952/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=7908670315483685952' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/7908670315483685952'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/7908670315483685952'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/sejarah-islam-syiah.html' title='sejarah Islam Syiah'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-6740309688441622654</id><published>2008-07-01T00:52:00.001-07:00</published><updated>2008-07-01T01:00:12.656-07:00</updated><title type='text'>apa itu golden rule?</title><content type='html'>berikut ini adalah penjabaran golden rule....perlu diketahui bahwa gua adalah pengikut prinsip golden rule....&lt;br /&gt;berikut ini adalah artikel dari alisina, seorang murtadin yang paling ditakuti dunia islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="font-size: 18px; line-height: normal; color: rgb(255, 102, 102);"&gt;THE GOLDEN RULE, by Ali Sina &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 102, 102);"&gt; Prinsip Abadi/Prinsip Emas  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik buruk tindakan manusia diukur dari patokan2 abadi, yaitu prinsip2 masuk akal yang disetujui secara universal. Inti Prinsip Abadi ini adalah "&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perlakukan orang sebagaimana kau ingin diperlakukan.&lt;/span&gt;" Melalui prinsip ini kita tahu bahwa mencuri tidak baik, membunuh tidak baik, memperkosa tidak baik, kemurahan hati baik, pengampunan baik dsb dsb ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap agama/ajaran memiliki cara tersendiri dalam menerapkan konsep simpel ini. Seperti contoh2 dibawah ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; Kepercayaan Bahá'í : “Pilihlah bagi tetanggamu hal yang kau pilih untuk dirimu." Dari Epistle to the Son of the Wolf  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; Brahmanism: "Ini tugasmu: Jangan perlakukan orang sebagaimana menyakitkan jika diterapkan padamu". Mahabharata, 5:1517  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; Buddhism: "...suatu keadaan yang tidak menyenangkan, bagaimana saya dapat melakukan yang sama terhadap orang lain ?" Samyutta NIkaya v. 353 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; Jangan sakiti orang sebagaimana itu akan menyakitimu." Udana-Varga 5:18  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; Kristen: "Perlakukan orang sebagaiamana kau ingin diperlakukan: inilah hukum bagimu." Mateus 7:12.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; "Dan sebagaimana kau ingin orang memperlakukanmu, dengan demikian pula kau harus memperlakukan mereka." Lukas 6:31.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; "...jangan melaksanakan hal yang kamu benci...", Injil Thomas 6.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; Confucianism: "Jangan melakukan terhdp orang apa yg kau tidak ingin mereka lakukan padamu. Dialects 15:23  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; "Ze-Gong bertanya, 'Apakah ada satu kata yg bisa merangkum prinsip kelakuan manusia ?' Confucius menjawab, 'Kata 'xu' -- resiprositas. Jangan berlakukan terhdp orang lain apa yg kau sendiri tidak suka.'" Doctrine of the Mean 13.3 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; "Upayakan sebisa mungkin utk memperlakukan orang spt kau ingin diperlakukan, dan kau akan menemukan jalan terpendek menuju kebajikan." Mencius VII.A.4 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; Mesir Kuno: "Lakukan bagi orang lain apa yg kau inginkan terjadi padamu." The Tale of the Eloquent Peasant, 109 - 110 Translated by R.B. Parkinson. The original dates to 1970 to 1640 BCE and may be the earliest version ever written. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; Hindu: "Kau tidak boleh berlaku pada orang lain yg tidak kau sukai sendiri." Mencius Vii.A.4  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; "Inilah kesimpulan Dharma [tugas]: Jangan perlakukan orang lain shg menyakitkanmu jika itu dilakukan padamu." Mahabharata 5:1517 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; Humanisme: "(5) Humanis mengakui interdependensi sesama manusia, kebutuhan bagi kehormatan sesama dan persaudaraan seluruh umat manusia." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; Jainisme: "Dlm kebahagiaan dan penderitaan, dlm kesenangan dan kesedihan, kami harus menganggap semua mahluk hidup spt kami menganggap diri sendiri." Lord Mahavira, 24th Tirthankara &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; "Seseorang harus memperlakukan semua mahluk spt ia sendiripun ingin diperlakukan. "Sutrakritanga 1.11.33  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; Judaisme: "...cintailah tetanggamu spt kau mencintai diri sendiri", Leviticus 19:18  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; "Apa yg kau benci, jangan perlakukan terhdp orang lain. Ini hukum (paling penting)." Talmud, Shabbat 31a.  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 153, 0);"&gt; "And what you hate, do not do to any one." Tobit 4:15  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dsb dsb ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: &lt;a target="_blank" href="http://www.ninjacloak.com/index.php/1010110A/f639efff569a76c6f2b827363547b1f47c14fe3063da342f612861c0c03f17e94423fa0772a7b12021935f5e15546"&gt;http://www.religioustolerance.org/reciproc.htm&lt;/a&gt;) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;&lt;span style="font-size: 18px; line-height: normal;"&gt;PENGECUALIAN:&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Namun ada pula pengecualian terhadap prinsip universal diatas tersebut. Ini dianut oleh: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SATANISME : &lt;br /&gt;Anton Szandor LaVey, pendiri Church of Satan, menulis 2 daftar pola kelakuan yang dituntutnya dari pengikutnya. Nomor 4 dan 5 dari ke Sembilan Pernyataan Satanisme adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Setan mewakili kemurahan hati kepada mereka yang patut menerimanya daripada menghabiskan waktu mencintai mereka yang tidak patut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Satan mewakili dendam dan bukan memaafkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke Sembilan Dosa Satanisme: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Solipsisme - bisa sangat bahaya bagi para Satanis. &lt;br /&gt;Para pengikut Satanisme harus memberlakukan diktum "&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Perlakukan orang sebagaimana mereka memperlakukanmu&lt;/span&gt;." Ini menuntut kerja keras dan sikap waswas dari kita semua agar kita tidak lengah melorot ke ilusi bahwa semua orang seperti kamu ..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Nah, saudara pembaca, Islam mirip dengan Satanisme. Islam tidak tunduk kepada Prinsip Abadi/Prinsip Emas. Hanya satu prinsip dalam hadis yang mengatakan: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada dari kalian yang benar2 percaya (pada Allah) kecuali menginginkan bagi saudara (MUSLIM)nya apa yang ia inginkan bagi dirinya sendiri." [Nomor 13 dari 40 hadis Imam "Al-Nawawi."]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadis yang sama dilaporkan dalam Bukhari 1.2.12: &lt;br /&gt;"Rasulullah mengatakan, 'Tidak ada seorangpun dari kalian memiliki iman&lt;br /&gt;sebelum ia menginginkan bagi SAUDARA (&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;MUSLIM)&lt;/span&gt;NYA apa yang diinginkan bagi dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara pembaca, persaudaraan ala Islam ini tidak dimaksudkan bagi siapa saja. Quran (9:23) mengatakan bahwa mereka yang percaya (muslimin) selayaknya tidak mengambil kafir sebagai teman dan pelindung (wali) ataupun bapak dan kakak mereka jika mereka mencintai kekafiran diatas Islam.] Bahkan banyak surah yang mengatakan kepda muslim agar membunuh kafir dan perlakukan mereka dengan keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh jelas bahwa Islam tidak didasarkan kepada Prinsip Emas adalah ayat berikut ini (48:29) : "&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Muhamad adalah rasul Allah dan mereka yang menyertainya memiliki kekuatan melawan kafir, penuh kasih sayang terhadap sesama (MUSLIM).&lt;/span&gt;” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah definisi sempurna &lt;span style="font-size: 18px; line-height: normal;"&gt;fasisme&lt;/span&gt;. Banyak lagi surah yang menunjukkan bahwa persaudaraan dalam Islam &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;tidak universal&lt;/span&gt;. Manusia diluar Islam tidak memiliki hak dan tidak patut diperlakukan sederajat dengan Muslimin. Keseluruhan Quran adalah pelanggaran Prinsip Emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Quran mengatakan kepada Muslimin agar membunuhi kafir dimanapun mereka ditemui (2:191), jangan menjalin persahabatan dengan mereka (3:2, perangi mereka dan tunjukkan kekerasan terhadap mereka (9:123), dan penggallah kepala mereka (47:4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Muslim, bukannya sang Prinsip Emas yang menentukan beda baik dan buruk, tetapi &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;apa yang dilakukan Muhammad&lt;/span&gt;. Mereka percaya bahwa apa yang baik bagi Islam adalah nilai tertinggi dan apa yang tidak baik bagi Islam adalah dosa terbesar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini etos milik "cult/aliran/kultus". Dari Asahara-nya Aum Shinrikyo ke People's Temple-nya Jim Jones; dari Gereja Unifikasi Sun Myung Moon ke Cabang david-nya David Koresh, tujuan utama mereka adalah bahwa &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;kepentingan cult mereka sendiri adalah diatas pengertian umat manusia tentang beda baik-buruk&lt;/span&gt;. Dan guna memajukan kepentingan cult mereka, yang dianggap kebenaran yang paling tinggi, termasuk membohong, membunuh dan pembunuhan bayaran, diijinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan akhir dianggap begitu suci sampai menghalalkan segala cara. Ini sama dengan filsafah fasisme Nazi yang memaksakan glorifikasi negara dan subordinasi total. Dalam fasisme, “negara dianggap suatu organ dimana individu ditempatkan bagi kepentingan diri dan negara.&lt;br /&gt;Negara macam ini bersifat absolut dalam metoda, penerapan hukum dan kontrol terhadap warganya." [The Columbia Encyclopedia, Sixth Edition. 2001]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimin menganggap diri "penerima wahyu” dan orang2 lain adalah kafir dan bahan bakar neraka. Harta, nyawa dan bahkan isteri2 mereka adalah halal bagi muslim. Non-muslim bisa membeli perlindungan dengan memberi uang kepada muslim yang dinamakan dengan JIZYAH, namun begitu menghentikan pembayaran, merekapun akan dilawan dan dibinasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti para Satanis atau para neo-Nazi, Muhammad tidak percaya kepada Prinsip2 Emas. Ia memerintahkan pengikutnya untuk memenangkan kepercayaan korban dengan cara membohong. Dan jika korban/lawan lengah, bunuhlah mereka. Ia mengirimkan pengikutnya ke Mekah, ke Bani Quraiza dan menyuruh mereka agar berbohong dan menipu. Dan ia tambahkan : "&lt;span style="color: darkred;"&gt;perang adalah permainan tipu muslihat&lt;/span&gt;”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah seseorang yang sanggup berbohong, membunuh lawannya, membantai tawanan perang dan menghalalkan segala cara agar mencapai tujuannya, tidak juga sanggup berbohong bahwa ia rasul Allah ?&lt;br /&gt;Sekali bisa dibuktikan bahwa ia melanggar Prinsip Emas dan berbohong ataupun mendorong pengikutnya untuk berbohong, mengapa kita diharapkan untuk percaya bahwa ia rasul Allah ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu debat dengan seorang pemimpin Islam, saya mengutip beberapa surah dari Quran dan mengganti kata "Non-Muslim" dengan "Muslim". Inilah hasilnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;... akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. 8:12&lt;br /&gt;Janganlah para non-Muslim mengambil Muslimin sebagai teman dan pembantu. 3:28 &lt;br /&gt;Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang. 8:65 &lt;br /&gt;Perangi dan bunuhlah Muslim dimanapun mereka ditemui. 9:5 &lt;br /&gt;Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka... 9:14&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan ...9:23&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis... 9:28&lt;br /&gt;Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu... 9:123,&lt;br /&gt;Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka...  47:4 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ahli agama Islam itu menjadi sangat marah dengan ayatl2 yang saya usulkan diatas itu dan malah mencap saya picik... Ia jelas tidak menyukai Prinsip Abadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Februari 2005, otoritas tertinggi Sunni, Sheik Fauzi Zafzaf, presiden Komite Dialog Antar Agama (Interfaith Dialogue Committee) dari Universitas Al-Azhar di Kairo, mengatakan komitenya mengirim surat kepada Paus, menuntut “permintaan maaf resmi akibat Perang Salib Kristiani melawan dunia”, begitu laporan the Morocco Times.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan itu sehubungan dgn permintaan maaf Paus Johanes Paulus II kepada orang Yahudi di Israel. Dan dalam kunjungan berikutnya ke Suriah dan Mesir, Zafzaf mengatakan, “Al-Azhar hanya meminta perlakuan yang sama”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimin ternyata tidak dapat melihat gajah didepan mata, namun titik noda diseberang lautan mereka sangat suka membesar2kan. Perang Salib terjadi 900 tahun yang lalu (1095 A.D). Bagaimana dengan kejahatan Muslimin yang terjadi dulu dan sekarang ? Apakah petinggi Sunni ini juga meminta maaf bagi pembunuhan masal 9/11, atau pembantaian di Madrid, Beslan dsb dsb ? Bagaimana dengan invasi Eropa dan penjajahan Spanyol ? DImana permintaan maaf Muslim ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia barat tidak memiliki satu alasanpun untuk meminta maaf kepada dunia Muslim. Thomas F. Madden, associate professor dan ketua Department of History di Universitas Saint Louis dan penulis "A Concise History of the Crusades" mengatakan, "PERANG SALIB ADALAH PERANG DEFENSIF."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Perang ini adalah tanggapan Barat yang terlambat atas invasi Muslim terhadap dua-pertiga dunia Kristen," ia tulis dalam kolum National Review."Pada permulaan abad 7-10, saat kaum Arab sibuk memperluas kekuasaan dan mencaplok negara2 sekelilingnya, Eropa sibuk membela diri melawan invasi bangsa2 lain. Hanya dalam abad ke 11 Eropa sanggup mencurahkan perhatian kepada orang2 Arab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Madden, peristiwa yang memulai Perang Salib adalah penjajahan Turki atas sebagian besar Asia Minor milik Kristen. &lt;br /&gt;"Kaisar Kristen di Konstantinopel, menghadapi lenyapnya setengah jumlah kekuasannya, kemudian meminta bantuan kepada Eropa. Ia mendapatkannya, malah lebih dari yang ia inginkan," tulis Madden.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WorldNetDaily.com melaporkan: &lt;br /&gt;“Dalam beberapa tahun akhir2 ini, pengumuman dari Al-Azhar menimbulkan kontroversi. Pada tahun 2003, Sheik Agung Al-Azhar, Muhamad Sayyid Tantawi, mengatakan bahwa berdasarkan hukum Islam, suicide bombers dianggap "martyrs". "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desember 2002, the Islamic Ruling Committee di Al-Azhar memutuskan bahwa kepemilikan senjata nuklir adalah kewajiban agama bagi negara2 Islam. Anggota panel tsb, Sheikh Ala A-Shanawi mengatakan, "Bangsa Islam harus mengenal musuh dan mempersiapkan diri."&lt;br /&gt;A-Shanawi menulis, "Rasulullah sendiri akan mempersiapkan diri dengan segala sumber yang dimungkinkan guna menghadapi musuh. Oleh karena itu, jika bangsa Islam tidak dilengkapi dengan persenjataan yang diinginkan, mereka terpaksa menderita konsekwensi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilanjutkannya, "Semua bangsa Islam diwajibkan untuk merebut persenjataan nuklir. Kami melihat bagaimana bangsa kita terbelakang akibat kurang persiapan, sementara musuh melengkapi diri dengan persenjataan yang paling maju, yang akan digunakannya untuk melukai dan menghancurkan Muslimin."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat sejarah dan sikap Muslimin, menuntut Paus agar meminta maaf adalah sungguh keterlaluan. Pelaku perang Salib memang melebihi mandat dan terlibat tindakan brutal. Namun ini adalah balasan terhadap kebiadaban Muslimin. Mengapa para petinggti Muslim tidak menyebut barbaritas Muslim di Iran, Byzantium, Mesir atau India? Di India sendiri lebih dari 80 juta orang dibantai oleh pasukan Muslim. Ini lebih banyak dari korban total Perang Dunia I dan II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimanapun Muslim datang, disitulah mereka melakukan tindakan barbar mengerikan. Mereka merajah, memerkosa dan membantai rakyat tidak bersalah. Kaum Arab adalah korban pertama Islam. Semua korban Islam, begitu masuk Islam, menjadi pelaku kejahatan, kehilangan rasa kemanusiaan mereka dan melakukan tindakan yang paling mengerikan terhadap orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketimbang meminta maaf atas Perang Salib, kami harus berterima kasih pada mereka karena berhasil mengalahkan Islam dan menyelamatkan Eropa dan dunia. Kalau Islam sukses menjajah Eropa, peradaban dunia tidak pernah akan mencapai tahap seperti sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan seribu tahun lalu, kemajuan peradaban hampir tercapai dengan adanya pemikir2 seperti Avicenna, Zakaria Razi, Khyyam dan pemikir2 Persia lainnya seribu tahun lalu. Namun mereka dihentikan oleh pakar2 Islam seperti Al Ghazali dan Rumi yang mengatakan bahwa jalur pikir (nalar/logika) harus tunduk kepada wahyu. 500 tahun kemudian, karya Avicenna menjadi pemicu Renaissance di Eropa. Perkembangan ilmu pengetahuan jadi tersendat 500 tahun, gara2 Islam. Jika Islam berhasil menjajah Eropa, kami sekarang masih tetap tinggal dalam Jaman Kegelapan (the Dark Ages).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua agama menerapkan Prinsip2 Emas. Ini tidak berarti bahwa saya setuju dengan semua agama. Agama merupakan gabungan antara baik dan buruk. Namun Islam adalah satu2nya "agama" yang kehilangan kebaikan ("bereft of any good"). Prinsip2 Emas adalah kompas nurani yang digunakan orang waras untuk mengukur baik dan buruknya kelakuan. Penerapannya sangat sederhana. Saya tidak ingiin dibunuh, oleh karena itu saya tidak mau membunuh. Saya tidak suka dirampok, oleh karena itu saya tidak merampok. Saya tidak suka dibohongi oleh karena itu saya tidak boleh membohongi orang lain. Saya tidak sudi isteri atau puteri saya diperkosa, oleh karena itu saya tidak memperkosa isteri atau puteri orang lain. Bahkan orang atheispun dapat mengikuti Prinisp Emas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Islam tidak mengikuti Prinsip Emas, Islam menarik orang2 yang senang dengan kekerasan. Satu contoh adalah Amir Tîmûr-i-lang, atau lebih dikenal sebagai Tamerlane, (1336-1405). Ia orang kejam dan menjadi kaisar lewat perampokannya. Dalam otobiografinya, “The History of My Expedition against Hindustan/Sejarah Expedisi saya melawan Hindustan ”, ia menulis:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tujuan utama saya datang ke Hindustan ( India ) ini adalah dua hal. Pertama, perang melawan kafir, musuh Islam; dengan melakukan perang agama ini saya bisa mendapatkan penghargaan dalam akhirat. Tujuan lainnya adalah bawha pasukan Islam bisa mencaplok kekayaan kafir: perampokan dalam perang sah sebgm susu ibu dan penikmatan susu ibu sah bagi muslim yang berperang demi agama mereka. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh sejarah Islam didasarkan kepada kekerasan dan teror. Muslimin yang mengikuti Quran percaya bahwa mereka berhak atas kekayaan dan bahkan para wanita non-muslim. Mereka tidak sedikitpun memiliki kesadaran karena Islam terpisah dari Prinsip Abadi tsb diatas.&lt;br /&gt;Mengikutsertakan Islam diantara agama2 lain adalah kesalahan fatal. Islam mirip dengan Satanism dan fasisme dan bukan kepada agama. Menderajatkan Islam pada agama lain adalah tindak ketidakjujuran intelektualitas. Semua agama didasarkan pada Prinsip Abadi. Islam tidak. Dan banyak Muslim yang akan mengatakannya kepadamu.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-6740309688441622654?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/6740309688441622654/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=6740309688441622654' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/6740309688441622654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/6740309688441622654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/apa-itu-golden-rule.html' title='apa itu golden rule?'/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7796368093366702645.post-5036853770849358854</id><published>2008-07-01T00:45:00.000-07:00</published><updated>2008-07-01T00:52:02.177-07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ini adalah tulisan pertama gua....gua gak kan banyak cincau langsung aja to the point...blog ini adalah sebuah blog tentang islam..&lt;br /&gt;warning :&lt;br /&gt;jika artikel dalam blog ini dianggap fitnah...silahkan saja...tapi gua menulis berdasarkan bukti-bukti...&lt;br /&gt;thanks,&lt;br /&gt;houri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7796368093366702645-5036853770849358854?l=houri72.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://houri72.blogspot.com/feeds/5036853770849358854/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=7796368093366702645&amp;postID=5036853770849358854' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/5036853770849358854'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7796368093366702645/posts/default/5036853770849358854'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://houri72.blogspot.com/2008/07/ini-adalah-tulisan-pertama-gua.html' title=''/><author><name>houri72</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09999804693168040490</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
